Menjaga Idealisme, Menabung Emas demi Memutus Generasi Sandwich
- 24 Mei 2026 08:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bagi Akhmad Dhani, 23 tahun, menjadi jurnalis adalah pilihan hidup yang tak selalu menjanjikan kemewahan. Penghasilannya dari menulis berita bahkan tak lebih besar dari biaya sewa lapangan padel per jam. Untuk mengganti gawainya yang mulai lambat saja, ia harus menabung lama.
"Kalau mau membeli sesuatu, saya harus punya uang tiga kali lipat dari harga barang itu. Kalau cuma punya pas-pasan seharga barangnya, berarti saya belum mampu beli," kata anak sulung dari dua bersaudara ini kepada RRI Palangka Raya, Selasa 5 Mei 2026.
Status generasi sandwich-membantu ekonomi keluarga-tak membuatnya menyerah. Ayahnya merupakan penyintas stroke yang bekerja sebagai petugas kebersihan taman, sementara adiknya masih duduk di bangku SMA.
"Yang bisa memutus generasi sandwich ya saya sendiri. Agar nantinya anak-anak dan istri saya tidak mengalami hal serupa," ujarnya.
Untuk menambah penghasilan, ia menjalani berbagai pekerjaan sampingan, mulai dari pembawa acara hingga menjual kopi kemasan. Baginya, menjaga integritas sebagai jurnalis jauh lebih penting daripada mencari jalan pintas.
Strategi pemasarannya sangat brilian: dia menjual kopi ke sesama rekan jurnalis yang kurang tidur dan minim perhatian dari kantor. Ia paham kopi di dunia pers itu bukan sekadar minuman tetapi 'bahan bakar' agar tetap produktif.
"Kopinya satu kemasan cuma Rp38 ribu. Tenang, sudah termasuk layanan pesan antar," kata penggemar band Sheila on 7 ini.
Usaha yang dirintisnya sejak akhir Maret 2026 ini, mampu mencatatkan omzet hingga Rp500 ribu per bulan. Jenis kopi yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari kopi khas Kalimantan, Toraja, Gayo, Lampung, hingga Bali.

Tidak ingin hasil keringatnya menguap begitu saja, pria berkacamata ini menyisihkan sebagian penghasilannya ke emas digital melalui aplikasi BRImo dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pilihan itu ia ambil demi menghindari pelemahan rupiah.
"Jangan nunggu uang banyak baru nabung atau investasi. Karena yang paling susah itu bukan nyari uangnya, tapi terkadang membangun kebiasaannya itu," katanya sambil mengusap layar ponselnya yang kian hangat.
Instrumen Penjaga Nilai
Akhmad Dhani adalah salah satu potret dari jutaan anak muda Indonesia yang berjuang untuk memutus rantai generasi sandwich. Mereka bak pelari maraton yang dipaksa memikul ransel berisi batu dan diharuskan berlari untuk mencapai garis akhir.
Dosen Fakultas Bisnis dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Muhammad Jailani mengatakan untuk memutus generasi sandwich maka generasi mudanya harus membangun fondasi keuangan yang baik, agar mereka tidak meneruskan beban ke generasi setelahnya.
"Anak muda harus mempersiapkan investasi dan dana pensiun agar memudahkan mereka ke depannya. Apalagi saat ini banyak instrumen investasi dan akses informasi mengenai literasi keuangan juga mudah diakses lewat internet," katanya.
Ia menilai, emas merupakan salah satu instrumen penjaga nilai mata uang yang paling aman. "Jika uang yang dimiliki hanya disimpan dalam bentuk tunai, maka nilainya dapat tergerus karenanya adanya inflasi," ucapnya.
Kini, instrumen tersebut dapat dijangkau dengan cara yang lebih modern tanpa harus antre ke toko. Menurut Direktur Teknologi dan Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, masyarakat dapat membeli dan mencicil emas secara digital melalui aplikasi BRImo.
"Melalui fitur pembelian dan cicil emas, nasabah dapat berinvestasi dengan cara yang lebih cepat dan ringkas di dalam platform terintegrasi BRImo," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....