Melasti di Pura Pitamaha Palangka Raya, Umat Sucikan Diri Sambut Nyepi
- 18 Mar 2026 11:20 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Suasana pagi di Pura Pitamaha Palangka Raya terasa berbeda dari hari biasanya dengan dilaksanakannya prosesi Melasti. Sejak matahari terbit, ratusan umat Hindu mengenakan busana adat bernuansa putih dan berjalan beriringan membawa sarana upacara menuju lokasi persembahyangan.
Dengan langkah khidmat, umat mengikuti rangkaian ritual sebagai bagian dari penyucian diri dan alam semesta menjelang Hari Raya Nyepi. Prosesi ini menjadi momen sakral yang mengajak umat meninggalkan sejenak kesibukan duniawi untuk memusatkan diri pada nilai-nilai spiritual.
Pendeta yang memimpin persembahyangan, I Made Suparmo, menjelaskan dalam prosesi Melasti umat memohon Tirta Suci kepada Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Dewa Wisnu sebagai penguasa air. “Ritual ini bertujuan untuk menyucikan alam semesta atau Bhuwana Agung sekaligus membersihkan diri umat Hindu agar kehidupan kembali selaras menjelang Hari Raya Nyepi,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.
Salah seorang umat Hindu, Rupiadi, mengatakan Melasti merupakan ritual penyucian diri yang umumnya dilaksanakan di tepi sungai atau sumber air. “Prosesi ini dimaknai sebagai upaya umat Hindu untuk membersihkan diri dari berbagai sifat negatif dalam diri manusia sebelum menyambut Hari Raya Nyepi,” ucapnya.
Dalam suasana penuh ketenangan, doa-doa dipanjatkan bersama. Melasti dimaknai sebagai proses menghanyutkan berbagai kotoran pikiran, emosi, serta beban batin yang melekat dalam diri. Melalui filosofi penyucian bhuwana, umat memohon agar kehidupan kembali selaras antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama serta permohonan Tirta Amerta, air suci yang melambangkan kehidupan dan kesucian. Melalui Melasti, umat Hindu mempersiapkan diri memasuki keheningan Nyepi dengan hati yang bersih, pikiran jernih, serta semangat baru dalam menjaga harmoni kehidupan.
Melasti tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. (Prayoga)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....