Ramadan Mengajarkan Toleransi dan Kebersamaan Antarumat Beragama

  • 14 Mar 2026 11:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bulan Ramadan tidak hanya menghadirkan makna spiritual bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Kehadirannya juga membawa hikmah yang dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Momentum ini pun menjadi pengingat akan pentingnya nilai toleransi, di mana masyarakat non-Muslim turut menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Hal ini turut dirasakan oleh salah seorang warga non-Muslim di Palangka Raya, Reta. Meski tidak menjalankan ibadah puasa, ia tetap berupaya menghormati rekan-rekan kerjanya yang sedang berpuasa demi menjaga kenyamanan bersama. Salah satu caranya adalah dengan menghindari makan di tempat terbuka atau tempat yang mudah terlihat oleh mereka yang sedang menahan lapar dan dahaga.

"Saya berusaha mencari tempat yang tentunya tidak mencolok karena takutnya aroma dari makanan atau minuman saya dapat mengganggu. Selain itu juga jika dalam kondisi tertentu yang mengharuskan saya makan di depan rekan-rekan yang sedang berpuasa, saya akan bertanya lebih dulu dan meminta maaf sebagai bentuk empati," katanya, Jumat, 13 Maret 2026.

Hikmah kehadiran Ramadan juga dirasakan oleh warga non-Muslim Palangka Raya lainnya, Cyntia. Baginya, bulan suci ini menghadirkan ruang refleksi tentang banyak nilai kebaikan yang bisa dipelajari bersama. Salah satunya adalah semangat berbagi yang sering terlihat melalui kegiatan membagikan takjil kepada masyarakat.

"Bulan Ramadan ini banyak sekali fenomena soal berbagi takjil dan di situ saya juga merefleksikan bahwa gak ada salahnya untuk kita berbagi apa yang kita punya apalagi untuk teman-teman kita yang Muslim," katanya.

Semarak Ramadan juga memberikan kegembiraan tersendiri bagi Cyntia dan Reta. Tradisi Pasar Ramadan menjadi daya tarik tersendiri untuk berburu berbagai hidangan khas yang biasanya hanya dijumpai selama bulan puasa.

"Trend yang sangat menarik di Kota Palangka Raya selama bulan Ramadan ini adanya pasar Ramadan di beberapa titik. Jadi kita yang bukan beragama Muslim juga ikut meramaikan dalam adanya pasar Ramadan itu," Reta.

Meski tidak menjalankan ibadah puasa, keduanya tetap merasakan keseruan berburu takjil hingga menikmati momen kebersamaan dalam tradisi buka puasa bersama dengan teman-teman terdekat. "Dan salah satu kegiatan juga yang menurut saya lebih menyenangkan yaitu melakukan buka puasa bersama. Meskipun kita tidak melakukan puasa, tetapi kita juga bisa meramaikan buka puasa bersama itu, bisa memperarat hubungan sosial kita dan kebersamaan kita," kata Cynthia.

Dalam menjalani bulan Ramadan ini, baik Cyntia maupun Reta berharap agar umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa senantiasa diberikan kesehatan serta kelancaran hingga akhir bulan suci. Mereka juga mengajak masyarakat non-Muslim untuk bersama-sama menjaga toleransi dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah. Sikap saling menghormati diyakini dapat memperkuat keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

"Pesan untuk umat Muslim, semangat dalam menjalankan ibadah puasanya. Tetap lancar dalam menaikkan ibadah puasa dan untuk teman-teman yang non-Muslim untuk tetap menjaga rasa toleransi," ucap Cynthia.

"Sementara itu, untuk teman-teman non-muslim, mari bersama-sama kita tunjukkan toleransi dan saling menghormati selama bulan suci ini. Dengan menghargai teman, tetangga atau rekan kerja yang sedang berpuasa, misalnya dengan menjaga suasana tetap nyaman dan tidak menganggu,” ujarnya..

Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang mempererat hubungan antarsesama manusia. Nilai-nilai seperti berbagi, menghormati, dan menjaga kebersamaan terasa semakin nyata di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Dari semangat itulah, Ramadan menjadi momen yang memperkuat persaudaraan dan harmoni antarumat beragama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....