Obat Herbal Tradisional Kalimantan, Warisan Usaha yang Dipertahankan

  • 08 Mar 2026 21:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pedagang obat tradisional di kawasan Pasar Kahayan, Ninda, mengaku tetap menjalankan usaha herbal yang diwarisi dari keluarganya sejak tahun 2004. Usaha tersebut dilanjutkan sebagai bentuk pelestarian tanaman obat khas Kalimantan Tengah yang bermanfaat bagi kesehatan.

Menurut Ninda, meskipun hasil penjualan obat herbal tidak selalu menentu, ia tetap mempertahankan usaha yang diwarisi dari sang ibu karena percaya pada manfaat berbagai tanaman obat tradisional yang berasal dari alam Kalimantan.

Ia menyebut sejumlah tanaman obat yang banyak diminati masyarakat, di antaranya Bajakah yang sempat viral beberapa tahun lalu, serta Bawang Dayak yang dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai penyakit.

“Selain itu ada juga akar-akar kayu seperti Pasak Bumi, ginseng, serta bunga rosella yang banyak dicari masyarakat lokal maupun dari luar daerah,” ujarnya, Jumat, 6 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, mengatakan minat masyarakat luar daerah terhadap produk herbal khas Kalimantan Tengah cukup tinggi. Namun, salah satu kendala yang masih dihadapi pelaku usaha adalah kemasan produk yang belum menarik sehingga kalah bersaing di pasar yang lebih luas.

“Masalah kemasan menjadi salah satu kendala sehingga produk herbal dari Kalimantan Tengah belum banyak dikenal di pasar nasional maupun internasional. Bahkan ada pihak lain yang mengambil alih dengan menggunakan merek pribadi, padahal asal produknya dari Kalimantan,” ujarnya.

Kalimantan Tengah dengan luas wilayah sekitar 15,38 juta hektare atau sekitar 7,93 persen dari luas Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat yang melimpah. Tanaman tersebut banyak ditemukan di kawasan hutan maupun daerah pedalaman dan telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional.

Beberapa di antaranya adalah Tabat Barito, Akar Kuning, bawang hantu, serta berbagai jenis tanaman obat lainnya yang dimanfaatkan dari bagian akar, daun, maupun buahnya.

Dalam perkembangan ilmu farmasi, tumbuhan obat tersebut juga diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit.

Untuk mendukung pengembangan tanaman obat tradisional, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membentuk tim lintas sektoral yang melibatkan sejumlah instansi dan perguruan tinggi, seperti Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Universitas Palangka Raya, dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Tim tersebut bertugas mengembangkan potensi tanaman obat daerah menjadi produk herbal yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.

Rekomendasi Berita