Pengabdian Mahasiswa UPR Menyentuh Desa Terpencil Tampelas

  • 19 Des 2025 09:48 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Katingan: Sejumlah mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) memilih meninggalkan kenyamanan kampus untuk mengabdi di Desa Tampelas, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Desa yang berada di tepian Sungai Katingan itu dikenal terisolasi karena belum memiliki akses jalan darat dan belum teraliri listrik negara.

Mahasiswa yang tergabung dalam program Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas fakultas tersebut berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Fakultas Pertanian. Sejak Oktober hingga Desember 2025, sebanyak 26 mahasiswa bergiliran tinggal di desa untuk menjalankan berbagai kegiatan pengabdian berbasis sains terapan.

Perjalanan menuju Desa Tampelas bukan perkara mudah. Dari Palangka Raya, tim harus menempuh perjalanan darat berjam-jam, lalu melanjutkan perjalanan sungai menggunakan perahu long boat selama sekitar satu setengah jam. Akses yang sulit membuat desa ini jarang tersentuh kegiatan pengabdian jangka panjang.

Selama menetap di desa, mahasiswa hidup berdampingan dengan warga dan terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga belajar memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan energi, akses ekonomi, hingga pendidikan anak-anak.

Berbagai program dijalankan bersama warga, di antaranya pelatihan budidaya ikan, pembuatan pakan ikan mandiri, pengolahan hasil perikanan, pertanian adaptif di wilayah rawan banjir, hingga pemanfaatan energi surya sebagai sumber listrik alternatif. Seluruh kegiatan dirancang sederhana agar mudah diterapkan dan berkelanjutan.

Salah satu mahasiswa UPR yang terlibat dalam pengabdian di Desa Tampelas, Yudha, mengaku sangat antusias karena bisa berbagi ilmu kepada sesama warga. “Kami ingin ilmu yang kami pelajari di kampus benar-benar bermanfaat dan bisa digunakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya melalui rilis tertulis yang diterima RRI beberapa waktu lalu.

Kehadiran mahasiswa juga membawa dampak sosial, terutama bagi anak-anak desa. Mereka mengikuti kelas sains sederhana, percobaan kecil, dan sesi motivasi yang menumbuhkan semangat belajar di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan. Aparatur desa dan tokoh masyarakat memberikan dukungan penuh, sehingga program mahasiswa tidak terasa sebagai kegiatan sementara, melainkan sebagai upaya bersama untuk membangun desa.

Pengabdian mahasiswa Universitas Palangka Raya di Desa Tampelas menjadi cerminan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Di desa terpencil tanpa jalan dan listrik, mereka hadir bukan sekadar menjalankan program, tetapi menanamkan harapan dan semangat untuk masa depan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita