Kabut Asap Karhutla, Perekonomian Palangka Raya Terganggu
- 31 Agt 2026 20:29 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya berdampak pada aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut turut dirasakan para pedagang yang mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli.
Sejumlah pedagang di kawasan pusat keramaian Palangka Raya menyebut, aktivitas jual beli dalam beberapa hari terakhir cenderung lebih sepi dibandingkan kondisi normal.
Pedagang minuman di sekitar Jalan RTA Milono, Melasi, mengatakan kabut asap membuat sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah. Kondisi ini berpengaruh terhadap jumlah kunjungan dan transaksi, terutama bagi pedagang yang mengandalkan pembeli secara langsung.
"Kalau dari semenjak kabut asap ini memang jualan sepi, pengunjung pun berkurang tapi pengunjung pun berkurang sama dampaknya semua pedagang, semua pedagang semua ngeluh. Hitungannya kita dapat seharinya lah seharinya nih dapat 300 sampai 500 ribu kalau normal, saat ini malah turun jadinya 200 bahkan 150 ribu saja sehari. Mana ya ini pang situasinya malah tambah lebat kabutnya hari ini jarak pandangnya.Paling berapa meter aja nih," ujarnya, Senin 31 Agustus 2026.
Selain mengurangi jumlah pembeli, kabut asap juga membuat pedagang harus menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. "Jualan harus menggunakan masker setiap hari. Maunya di rumah saja tapi bagaimana biaya buat makan sehari-hari kalau tidak jualan. Saya jual minuman kemasan, cemilan dan kue juga.
Dirinya juga berharap kondisi udara segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....