Mengembangkan Media Edukasi Mengaji yang Kreatif dan Inovatif

  • 18 Agt 2026 16:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya — Founder Petunjuk Ngaji Karakter, Khairun Nada, mengembangkan media edukasi mengaji dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif. Upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan pembelajaran mengaji yang lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan edukasi keagamaan. Hal itu disampaikan Khairun Nada dalam program Muda Kreatif Pro2 RRI Palangka Raya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Khairun Nada mengatakan, media edukasi mengaji perlu mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai pembelajaran yang menjadi dasar. Kreativitas dapat menjadi cara untuk membuat materi mengaji terasa lebih dekat dengan kehidupan anak-anak dan generasi muda. Selain menyampaikan materi, media edukasi juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai karakter. “Kita ingin mengembangkan media mengaji yang bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter,” ujar Khairun Nada.

Ia menjelaskan, Petunjuk Ngaji Karakter hadir dengan konsep yang menggabungkan edukasi mengaji dan pembentukan karakter. Materi pembelajaran dikemas dengan cara yang lebih komunikatif agar peserta didik tidak merasa jenuh ketika belajar. Pemanfaatan media kreatif juga dinilai dapat membantu orang tua dan pendidik dalam memberikan pendampingan belajar mengaji. Dengan pendekatan tersebut, proses belajar diharapkan menjadi lebih menyenangkan sekaligus bermakna.

Menurut Khairun Nada, tantangan dalam mengembangkan media edukasi mengaji adalah bagaimana membuat konten yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Karena itu, inovasi perlu terus dilakukan agar media pembelajaran dapat mengikuti perubahan kebiasaan dan pola konsumsi informasi generasi muda. Ia juga menilai kolaborasi antara pendidik, kreator, dan masyarakat dapat memperkuat pengembangan media edukasi tersebut. “Yang paling penting adalah bagaimana nilai mengajinya tetap kuat, tetapi cara penyampaiannya bisa lebih kreatif dan dekat dengan anak muda,” katanya.

Khairun Nada berharap Petunjuk Ngaji Karakter dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan mengaji dan pembentukan karakter generasi muda. Ia mengajak generasi muda untuk tidak ragu memanfaatkan kreativitas dan teknologi untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak positif. Menurutnya, edukasi keagamaan memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan melalui berbagai bentuk media yang inovatif. Obrolan mengenai pengembangan media edukasi mengaji tersebut berlangsung dalam program Muda Kreatif Pro2 RRI Palangka Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....