Kue Putu Kuliner Tradisional yang Semakin Kurang Peminatnya

  • 29 Jun 2026 13:40 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kuliner tradisional kue putu jadul kini masih kurang diminati untuk dijadikan komoditas jualan oleh para pelaku UMKM modern. Di saat camilan lain sudah naik kelas ke kafe kekinian, kue putu umumnya masih bertahan di jalur perdagangan keliling tradisional. Fenomena ini cukup disayangkan karena kue berbahan dasar tepung beras dan gula merah ini memiliki basis penggemar yang setia.

Pengamat bisnis menjelaskan bahwa kurangnya minat pelaku UMKM disebabkan oleh proses pembuatan kue putu yang dinilai rumit. Hidangan ini memerlukan keahlian khusus dalam mengatur tekanan uap panas serta penggunaan cetakan bambu tradisional agar adonan tidak hancur. Karakteristik kuenya yang wajib disajikan langsung dalam kondisi hangat juga menjadi tantangan besar untuk sistem penjualan daring.

Padahal, minimnya kompetitor di sektor UMKM formal justru membuka peluang keuntungan menjanjikan bagi pengusaha yang berani berinovasi. Kue putu memiliki daya tarik unik dari suara siulan uapnya serta aroma wangi daun pandan yang khas saat dikukus. Dengan sentuhan kemasan higienis dan variasi isian baru seperti cokelat, jajanan jadul ini diyakini mampu memikat generasi muda.

Pemerintah daerah dihimbau untuk memandirikan pelaku usaha mikro dengan memfasilitasi pelatihan inovasi produk kuliner legendaris ini. Pendampingan mengenai cara menjaga ketahanan adonan secara alami menjadi kunci penting yang perlu diajarkan kepada warga. Menyediakan tempat khusus di pusat kuliner kota juga akan membantu menaikkan pamor kue putu di mata publik.

Langkah modernisasi ini diharapkan mampu menyelamatkan eksistensi kue putu jadul agar tidak hilang digerus camilan modern impor. Mengubah citra kue putu menjadi jajanan premium yang estetik merupakan tugas bersama para pencinta kuliner lokal. Dengan kemauan beradaptasi, kuliner pasar ini berpotensi besar menjadi produk unggulan baru yang menggerakkan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....