Mahasiswa UPR Perkuat Branding 77 UMKM di Rumah BUMN Palangka Raya

  • 25 Mei 2026 07:53 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Mahasiswa magang dari Universitas Palangka Raya (UPR) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Mereka menginisiasi program penguatan identitas visual produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN Palangka Raya.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata peran Rumah BUMN dalam memfasilitasi UMKM agar 'naik kelas' di tengah pasar yang kompetitif dan terdigitalisasi. Sebanyak 77 UMKM tercatat telah mendapatkan pendampingan dalam pembuatan ulang (redesign), mulai dari pembuatan label kemasan dan penguatan identitas visual agar tampil lebih profesional serta modern.

Salah satu capaian unggulannya adalah peluncuran katalog digital milik UMKM Omah Mus, usaha kerajinan aksesori berbahan kawat tembaga yang dipadukan dengan batu alam. Katalog digital yang dapat diakses melalui tautan khusus ini menerapkan konsep hijau (eco-friendly) berbasis paperless guna mengurangi jejak karbon.

Pemilik Omah Mus, Siti Muslichatun, menyampaikan bahwa inovasi katalog digital memberikan dampak positif terhadap efisiensi promosi produk eksklusifnya seperti bros, cincin, gelang, dan anting.

“Dengan katalog digital ini, pelanggan lebih mudah melihat koleksi produk hanya melalui pindai atau scan QR Code. Promosi juga menjadi lebih praktis, efisien, dan yang terpenting kami bisa ikut berkontribusi menjaga lingkungan karena tidak perlu lagi mencetak brosur fisik,” ujar Siti Muslichatun ketika dijumpai pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Perwakilan mahasiswa magang, Aulia Putri Ekamaharani, menegaskan bahwa program pendampingan intensif ini mencakup tiga fokus utama. Pertama, penguatan identitas visual melalui desain logo dan label kemasan.

“Dengan identitas visual yang kuat, produk UMKM lokal memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dengan brand nasional, termasuk masuk ke pasar ritel modern. Kami berharap pendampingan ini dapat membantu pelaku UMKM lebih percaya diri dalam memasarkan produknya,” tutur Aulia.

Kedua, digitalisasi pemasaran berbasis QR Code dan terakhir ialah edukasi pengelolaan konten promosi media sosial secara mandiri demi menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

"Branding bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari strategi bisnis yang menentukan posisi produk di pasar ritel modern. Dari nilai itulah kami mengedukasi pelaku UMKM," ucap Aulia menambahkan.

Pada kesempatan terpisah, dosen pembimbing magang UPR, Aston Pakpahan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswanya dalam mendongkrak daya saing produk lokal lewat jalur edukasi promotif.

“Pendampingan terhadap 77 label kemasan UMKM dan inovasi katalog digital seperti ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal. UMKM tidak hanya membutuhkan kualitas produk yang baik, tetapi juga identitas visual dan strategi pemasaran yang mampu menarik perhatian pasar," ujar Aston.

Ia berharap kehadiran mahasiswa melalui program magang ini menjadi bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Semoga dengan kegiatan ini dunia pendidikan dapat terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” harapnya.

Fasilitator Rumah BUMN Palangka Raya, Tiara, menyambut positif kolaborasi ini. Sebagai wadah pembinaan, mereka berkomitmen terus menyediakan ekosistem yang mendukung digitalisasi dan adopsi teknologi hijau bagi pelaku usaha di Kalimantan Tengah.

“Kehadiran mahasiswa UPR ini membantu UMKM binaan kami dalam penguatan branding, terutama untuk mempersiapkan mereka masuk ke ekosistem Pasar Digital (PaDi) BUMN dan memperluas jangkauan pasar nasional. Ini sejalan dengan target kami tahun ini untuk mencetak lebih banyak UMKM Kalimantan Tengah yang Go Digital dan Go Modern,” pungkas Tiara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....