Kalteng Expo dan FBIM 2026 Jadi Ajang Promosi UMKM, Budaya, dan Pariwisata

  • 07 Mei 2026 21:04 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan menyelenggarakan Kalteng Expo dan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah pada 23 Mei mendatang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pembangunan daerah, tetapi juga wadah strategis untuk memperkenalkan potensi UMKM, ekonomi kreatif, budaya, dan destinasi wisata di Kalimantan Tengah.

Pamong Budaya Disparbudpora Kota Palangka Raya, P. Lampang Tandang, mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya tetap berkomitmen mengikuti seluruh cabang kegiatan FBIM 2026 meski tahun ini tidak melaksanakan Festival Palangka akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Menurutnya, para peserta yang akan mewakili Kota Palangka Raya merupakan pemenang festival tahun sebelumnya dan dinilai siap tampil di tingkat provinsi. Ia menilai FBIM memiliki makna strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

“Festival budaya tahunan ini mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang ke Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi sekaligus tuan rumah kegiatan,” ujarnya saat menjadi narasumber Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menambahkan, kehadiran pengunjung akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta sektor pariwisata lokal. Namun demikian, terdapat sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan FBIM tahun ini akibat efisiensi anggaran.

Beberapa cabang kegiatan seperti jukung hias, lomba ornamen daerah, dan malamang ditiadakan. Selain itu, sejumlah kategori yang sebelumnya berbentuk perlombaan kini diubah menjadi parade budaya, seperti parade tari daerah dan parade tradisi lisan.

Meski ada penyesuaian, sejumlah cabang tetap dipertahankan, di antaranya menjawet uwei, mangenta, olahraga tradisional seperti sepak sawut dan besai kambe, hingga pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah. Lampang menegaskan semangat pelestarian budaya harus tetap dijaga di tengah keterbatasan.

Sementara itu, Kepala DisperindagkopUKM Kotawaringin Barat, Fitriana, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan berbagai produk unggulan untuk mengikuti Kalteng Expo 2026. Produk yang akan dipromosikan meliputi olahan berbahan nipah, makanan khas berbasis ikan, produk UMKM kemasan, hingga hasil kreativitas pelaku usaha lokal yang telah memiliki legalitas usaha dan sertifikasi halal.

“Keikutsertaan Kotawaringin Barat dalam Kalteng Expo dan FBIM tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memperkuat promosi daerah, edukasi kearifan lokal, serta peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Saat ini tercatat sekitar 20 ribu UMKM tersebar di enam kecamatan di Kotawaringin Barat, dengan sekitar 15 ribu di antaranya masih aktif menjalankan usaha secara digital maupun konvensional.

Melalui sinergi antara sektor UMKM, budaya, dan pariwisata, Kalteng Expo dan FBIM 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas promosi potensi lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....