Bahaya Tersembunyi Makanan yang Dipanaskan Berulang
- 07 Mar 2026 06:01 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID,Palangka Raya - Praktik sejumlah pedagang yang sengaja memanaskan kembali makanan sisa jualan kemarin kini tengah menjadi sorotan tajam karena dampak buruknya bagi kesehatan konsumen. Meskipun terlihat masih mengepulkan uap dan menggugah selera, proses pemanasan berkali-kali ini sebenarnya merusak struktur nutrisi serta memicu pertumbuhan bakteri berbahaya secara masif.
Banyak warga yang belum menyadari bahwa makanan berbahan dasar santan, daging, atau sayuran yang dipanaskan berulang kali akan mengalami oksidasi lemak yang jahat bagi jantung. Tanpa standar suhu yang tepat, makanan tersebut justru menjadi sarang racun kimiawi yang mengakibatkan gangguan pencernaan akut hingga risiko kanker dalam jangka panjang.
Para ahli gizi memperingatkan bahwa proses pemanasan yang tidak sempurna pada makanan "rekondisi" ini merupakan tempat berkembang biak favorit bagi bakteri Salmonella dan E. coli. Dampak buruknya sering kali tidak muncul seketika, namun akumulasi zat karsinogenik di dalamnya dapat merusak organ tubuh jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Beberapa pedagang di pusat kuliner mengaku terpaksa melakukan hal tersebut demi menekan kerugian akibat stok makanan yang tidak habis terjual di hari sebelumnya. Namun, hal ini justru merugikan pelanggan yang membayar untuk kualitas makanan segar, tetapi justru mendapatkan hidangan sisa yang nilai gizinya sudah hilang total.
Masyarakat diimbau untuk lebih jeli dalam mengenali ciri makanan yang sudah dipanaskan berulang, seperti tekstur yang hancur atau warna yang cenderung gelap.
Memilih tempat makan yang mengutamakan kesegaran masakan setiap hari adalah langkah mutlak untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus menjamin keselamatan kesehatan masyarakat luas.