Pasar Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- 28 Feb 2026 21:38 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Gelaran Pasar Ramadan di Kota Palangka Raya tahun ini dinilai menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Fajar Bakti, menyampaikan bahwa jumlah pedagang yang berpartisipasi di berbagai titik lokasi Pasar Ramadan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Pasar Ramadan menjadi momentum bagi perkembangan ekonomi masyarakat. Dari tahun ke tahun, partisipasi pedagang terus meningkat dan ini menunjukkan geliat perekonomian di Kota Palangka Raya semakin tumbuh, baik dari sisi pelaku usaha maupun UMKM,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pada Ramadan tahun ini terdapat tujuh titik Pasar Ramadan yang tersebar di kota setempat di antaranya adalah kawasan depan SMA Negeri 1 Palangka Raya , halaman Gedung Juang, Pasar Datah Manuah, Masjid Shalahudin Universitas Palangka Raya, Pasar Kahayan, Masjid Al Husna, dan Masjid Kubah Kecubung.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Pasar Ramadan yang digelar di Pasar Datah Manuah Kota Palangka Raya yang beberapa waktu lalu secara resmi dibuka Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.
Pelaksana Pasar Ramadan Datah Manuah, Ngurah Putu, menyampaikan bahwa tahun ini menjadi kali pertama Pasar Ramadan digelar di kawasan tersebut dengan konsep yang berbeda dan lebih modern dibandingkan lokasi lainnya.
“Pasar Datah Manuah hadir dengan konsep kolaborasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, BUMN, dan BUMD. Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih tertata, nyaman, dan kekinian,” katanya
Menurutnya, penyelenggaraan Pasar Ramadan di Datah Manuah diyakini menjadi momentum awal kebangkitan UMKM. Para pelaku usaha didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memasarkan produk saat Ramadan.
Lebih Lanjut Ngurah Putu menuturkan Pemilihan Pasar Datah Manuah sebagai salah satu lokasi pasar Ramadan bukan tanpa alasan. Selain lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat, kawasan ini sebelumnya dikenal sebagai pasar mini dengan tingkat kunjungan yang belum optimal. Melalui momen Ramadan, pemerintah berupaya mengubah pola pengembangan pasar tanpa menghilangkan eksistensi pasar-pasar sebelumnya.
“Kami ingin membuka ruang baru yang sebelumnya belum pernah dimanfaatkan untuk Pasar Ramadan. Ini juga menjadi bentuk promosi bahwa Pasar Datah Manuah tidak hanya sebagai lokasi jual beli, tetapi juga sebagai ruang kreatif masyarakat,” katanya
Dari sisi fasilitas, Pasar Datah Manuah dilengkapi sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, meski transaksi tunai tetap disediakan. Stan pedagang juga ditata lebih higienis dengan penggunaan apron dan penutup kepala bagi penjual makanan.
Area yang luas dan nyaman, tersedianya lokasi dine-in bagi pengunjung yang ingin menunggu waktu berbuka, serta hiburan harian menjadi daya tarik tersendiri.
Meski diakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya, Pasar Datah Manuah dinilai berhasil menarik minat masyarakat dan menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya kurang ramai dikunjungi.
Ke depan, penyelenggaraan Pasar Ramadan diharapkan terus berkembang dengan perencanaan yang lebih matang, sehingga mampu menjadi agenda rutin yang tidak hanya semarak secara religi, tetapi juga berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM di Kota Palangka Raya.