Gubernur Kalteng Dorong Pembangunan Lab Herbal yang Mampu Tembus Pasar Global

  • 26 Feb 2026 14:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mendorong pembangunan instalasi laboratorium atau fasilitas farmasi di wilayah Kalimantan Tengah. Hal ini sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi tanaman herbal daerah menjadi produk obat tradisional yang mampu menembus pasar global.

Menurut Gubernur, Kalimantan Tengah memiliki kekayaan yang sangat melimpah, khususnya tanaman herbal seperti Kayu Bajakah, Bawang Dayak, Akar Kuning hingga berbagai tanaman obat keluarga yang selama ini dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat. Namun demikian, potensi besar tersebut dinilai belum sepenuhnya diolah melalui riset ilmiah, standardisasi mutu, serta pengembangan industri yang terintegrasi.

“Dengan adanya laboratorium terstandar serta fasilitas produksi farmasi yang memenuhi standar mutu, diharapkan proses pengujian, pengembangan, dan produksi dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkualitas, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus menjamin perlindungan bagi masyarakat Kalteng,” ujarnya.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur riset dan produksi herbal bukan hanya untuk kepentingan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi daerah berbasis sumber daya alam berkelanjutan. Penguatan ekosistem industri herbal diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan nilai tambah komoditas lokal, terbukanya peluang investasi sektor bioindustri, hingga penciptaan lapangan kerja baru berbasis ekonomi hijau.

Lebih lanjut, ia mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, serta komunitas petani dan pelaku UMKM. Sinergi dari hulu ke hilir dinilai menjadi kunci agar pengembangan industri herbal di Kalimantan Tengah dapat tumbuh kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Selaras dengan visi dan misi Gubernur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas laboratorium dan farmasi akan membuka ruang besar bagi pelaku usaha untuk naik kelas melalui pengolahan produk herbal bernilai tambah tinggi.

“Ini peluang baik bagi UMKM di Kalimantan Tengah untuk masuk ke rantai nilai industri herbal. Dengan dukungan riset, standardisasi, sertifikasi, serta pendampingan yang tepat, produk herbal lokal kita berpotensi menjadi unggulan daerah bahkan menembus pasar ekspor,” ujar Rahmawati, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat pembinaan UMKM, termasuk dalam aspek legalitas usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan modern, hingga fasilitasi kemitraan dengan industri yang lebih besar. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru di sektor herbal sekaligus memperkuat posisi UMKM dalam rantai pasok industri kesehatan tradisional.

Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap potensi sumber daya alam yang melimpah dapat dikelola secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong terwujudnya Kalimantan Tengah yang BERKAH dan MAJU. (DiskopUKM/Eddy J.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....