Pemko Palangka Raya Jaga Stabilitas Harga Bapok Pasca Idulfitri
- 22 Mar 2026 22:12 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menyambut baik inisiatif Wali Kota Fairid Naparin dalam menetapkan harga acuan bagi pedagang, guna mencegah praktik permainan harga di pasaran.
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, khususnya pasca Idulfitri. Kami ingin masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama saat momen berkumpul bersama keluarga,” ujarnya, Minggu, 22 Maret 2026.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah menggelar operasi pasar murah ayam broiler di sejumlah titik, yakni Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali. Dalam skema tersebut, selisih antara harga pasar dan Harga Eceran Tertinggi (HET) ditanggung pemerintah.
“Misalnya harga ayam di pasar mencapai Rp45 ribu per kilogram, maka selisihnya akan disubsidi pemerintah agar pedagang tetap menjual sesuai HET,” katanya.
Selain komoditas ayam, Sugiyanto menyebutkan harga cabai masih relatif stabil meski berada pada level tinggi. Sementara itu, ketersediaan bahan pokok lainnya seperti beras, bawang, telur, dan daging dipastikan dalam kondisi aman.
Bahkan, stok pangan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga satu sampai dua bulan pasca-Lebaran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Diharapkan langkah ini dapat menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasar sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, baik menjelang maupun setelah Idulfitri,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....