Inflasi Kalteng 5,02 Persen pada September

  • 05 Okt 2026 11:06 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year sebesar 5,02 persen pada September 2026 dengan Indeks Harga Konsumen mencapai 113,51.

Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Muhammad Taufiqurrahman, mengatakan Kabupaten Kapuas masih menjadi daerah dengan inflasi tertinggi pada September 2026 sebesar 6,00 persen dengan IHK 114,65. Sedangkan inflasi terendah tercatat di Sampit sebesar 4,2 persen dengan IHK 112,5.

Inflasi Kota Palangka Raya secara tahunan sebesar 4,73 persen dengan IHK 112,83, sedangkan Kabupaten Sukamara mengalami inflasi sebesar 5,26 persen.

Sebanyak 127 komoditas memberikan andil inflasi dan 10 komoditas menyumbang andil deflasi untuk inflasi. Lima komoditas dengan andil terbesar adalah beras, emas perhiasan, ikan nila, bensin dan cabai rawit.

"Sementara lima komunitas dengan andil terbesar deflasi tahun ke tahun adalah daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, angkutan udara dan Sekolah Menengah Pertama. Jika kita tinjau berdasarkan kabupaten kota, pantauan IHK terlihat seluruh wilayah pantauan mengalami inflasi, baik itu bulanan, tahun kalender, maupun inflasi tahun ke tahun," ujarnya.

BPS juga mencatat adanya peningkatan tekanan inflasi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada September 2025, inflasi year-on-year tercatat sebesar 2,35 persen, sedangkan pada September 2026 meningkat menjadi 5,02 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan harga di Kalteng pada September 2026 masih menghadapi tekanan, terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....