No Buy Challenge Kembali Ramai Diminati

  • 09 Jul 2026 20:00 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Tantangan No Buy Challenge kembali menjadi tren di media sosial sebagai upaya mengurangi kebiasaan belanja impulsif. Dalam tantangan ini, peserta berkomitmen untuk tidak membeli barang-barang non-esensial dalam periode tertentu agar dapat menabung lebih banyak sekaligus mengurangi perilaku konsumtif. Rabu, 8 Juli 2026.

Berbeda dengan konsep hidup serba kekurangan, No Buy Challenge tetap memperbolehkan pembelian kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, maupun biaya pendidikan. Fokus utamanya adalah mengurangi pengeluaran yang bersifat keinginan, bukan kebutuhan.

Pendidik keuangan Linda Ta Yonemoto mengatakan dirinya mengikuti tantangan tersebut karena ingin lebih sadar terhadap kebiasaan berbelanja. Menurutnya, ia ingin lebih fokus membedakan antara kebutuhan nyata dengan keinginan yang dipengaruhi pemasaran.

Para perencana keuangan menilai tantangan tersebut dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Selain meningkatkan tabungan, kebiasaan membeli barang sesuai kebutuhan juga dinilai mampu mengurangi limbah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa tujuan utama No Buy Challenge bukan sekadar berhenti berbelanja, melainkan membentuk pola konsumsi yang lebih bijak sehingga kondisi keuangan tetap sehat dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....