OJK dan BEI Kalteng Perkuat Literasi Pasar Modal Mahasiswa Kotawaringin Timur

  • 27 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal. Salah satunya melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa Universitas Darwan Ali, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan yang digelar pada 23 Juni 2026 lalu merupakan bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026. Program ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai investasi di pasar modal, tetapi juga menargetkan pembentukan 1.000 Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami pentingnya investasi yang legal, aman, dan berada di bawah pengawasan otoritas, sekaligus mulai memanfaatkan berbagai instrumen investasi sesuai profil risiko masing-masing. Data OJK menunjukkan jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dari 74.792 investor pada Januari menjadi 80.666 investor pada April 2026.

Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar, yakni sebanyak 14.146 investor atau sekitar 17,5 persen dari total investor di Kalteng. Meski demikian, nilai transaksi saham masih mengalami fluktuasi, dari Rp2,05 triliun pada Januari menjadi Rp1,31 triliun pada April 2026, sehingga penguatan literasi dan inklusi pasar modal dinilai perlu terus dilakukan.

Rektor Universitas Darwan Ali, Wendy Kesuma, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital. “Pemahaman mengenai literasi keuangan dan investasi legal, akan membantu mahasiswa mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak, terencana, dan bertanggung jawab,” katanya, Jumat, 26 Juni 2026.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO (Fear of Missing Out) yang sering kali berujung pada kerugian,” kata Primandanu.

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, yang mewakili Bupati Kotawaringin Timur, menilai sinergi antara OJK, BEI, dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam membangun budaya investasi yang sehat sekaligus menciptakan generasi muda yang memiliki daya saing dan kecakapan finansial. “Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur turut memberikan dukungan terhadap upaya tersebut,” ucapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, mulai dari pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, edukasi mengenai instrumen pasar modal, hingga pengenalan aplikasi online trading dan dasar-dasar analisis saham. Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang membahas strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko, serta cara mengenali investasi ilegal.

Pada kesempatan yang sama, OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga menghadiri pembukaan Galeri Investasi di SMK Negeri 1 Sampit sebagai galeri investasi ketiga BEI Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Timur, guna memperluas akses edukasi pasar modal bagi pelajar dan mendorong lahirnya generasi muda yang cakap keuangan serta melek investasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....