OJK Kalteng Dorong Literasi Investasi Lewat Sekolah Pasar Modal Syariah

  • 18 Apr 2026 19:29 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Dalam rangka memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah dalam rangka Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026. OJK Kalteng melaksanakan kegiatan ini bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data perkembangan pasar modal syariah nasional, jumlah investor syariah terus menunjukkan tren peningkatan signifikan hingga mencapai 219.828 investor pada awal 2026. Sejalan dengan itu, jumlah saham syariah juga mengalami pertumbuhan konsisten sejak 2016 hingga Maret 2026, dengan total 672 saham syariah yang tersedia di pasar.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalteng, Stephanus Cahyo Adiraja, menyampaikan bahwa Sekolah Pasar Modal Syariah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan literasi investasi masyarakat.

Ia berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat terhadap potensi pasar modal syariah sebagai alternatif investasi yang transparan, aman, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus menghindarkan masyarakat dari praktik investasi ilegal.

Sementara itu, Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan pentingnya penguatan literasi sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan investasi, terutama di era digital, dengan selalu memastikan legalitas produk dan layanan keuangan sebelum berinvestasi.

Ketua Umum MES Kalimantan Tengah, Norhani, menambahkan bahwa sinergi antara regulator, industri, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, mulai dari pengenalan instrumen pasar modal syariah, mekanisme investasi yang aman, hingga proses pembukaan rekening efek syariah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam berinvestasi, mampu memanfaatkan peluang pasar modal syariah, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota MES, organisasi Islam, pelaku UMKM, serta masyarakat umum sebagai upaya memperluas pemahaman terhadap investasi berbasis syariah yang aman dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....