Inflasi Maret 0,54 Persen, BPS Kalteng Ungkap Kondisi Ekonomi Terkini

  • 01 Apr 2026 19:09 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis Berita Resmi Statistik (BRS) edisi 1 April 2026 di Palangka Raya. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, memaparkan lima indikator utama, yakni perkembangan inflasi, nilai tukar petani (NTP), perdagangan luar negeri, pariwisata, dan transportasi.

Pada Maret 2026, Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,54 persen secara bulanan (month-to-month). Secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat sebesar 3,86 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,39 persen. "Inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas seperti beras, cabai rawit, ikan nila, dan bensin menjadi penyumbang utama, sementara daging ayam ras dan emas perhiasan menahan laju inflasi," ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

Menurut Agnes, meningkatnya permintaan saat Idulfitri, belum masuknya masa panen, serta penyesuaian harga BBM non-subsidi turut memengaruhi pergerakan harga.

Dari sisi kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026 tercatat sebesar 137,75 atau naik 1,04 persen dibandingkan Februari 2026. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan daya beli petani, khususnya pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan rakyat.

Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalimantan Tengah selama Januari hingga Februari 2026 mencapai 558,03 juta dolar AS, yang didominasi sektor pertambangan, terutama batu bara.

Negara tujuan utama ekspor meliputi Jepang, India, dan Korea Selatan. Sementara itu, impor relatif kecil dengan komoditas utama berupa mesin dan bahan bakar mineral, sehingga neraca perdagangan masih mencatat surplus sebesar 4,72 juta dolar AS.

Di sektor pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Februari 2026 tercatat sebanyak 842.414 perjalanan asal Kalimantan Tengah dan 867.864 perjalanan menuju Kalimantan Tengah.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang mencapai 38,95 persen, sedangkan hotel nonbintang sebesar 20,68 persen. Jumlah tamu hotel bintang tercatat sebanyak 34.713 orang dengan dominasi wisatawan domestik.

Sementara itu, pada sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara tercatat sebanyak 100.495 orang dengan 1.146 penerbangan. Untuk angkutan laut, jumlah penumpang mencapai 24.166 orang dengan 856 kunjungan kapal.

Secara keseluruhan, kondisi ekonomi Kalimantan Tengah pada awal 2026 dinilai tetap stabil. Hal ini ditandai dengan inflasi yang terkendali, peningkatan kesejahteraan petani, serta terjaganya surplus neraca perdagangan di tengah dinamika sektor pariwisata dan transportasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....