BI Tutup Festival BERKAH Bersama Komunitas Sepeda Lipat

  • 16 Mar 2026 20:10 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup rangkaian Festival BERKAH (Bulan Ekonomi Syariah Kalimantan Tengah). Kegiatan puncak yang digelar di Palangka Raya tersebut dirangkaikan dengan edukasi konsumen bertajuk Ngabuburide GEBER PEKA bersama komunitas sepeda lipat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias, mengatakan Festival BERKAH merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.

“Melalui Festival BERKAH, kami ingin menggali potensi ekonomi syariah di Kalimantan Tengah agar lebih berdaya saing. Para pemenang lomba hari ini bukan sekadar juara, tetapi juga duta yang akan membawa nama Kalimantan Tengah ke tingkat regional di Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia,” ujarnya, Sabtu, 16 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut diumumkan sebanyak 21 pemenang dari berbagai kategori lomba, mulai dari Halal Chef Competition hingga Modest Fashion Designer. Para pemenang dinyatakan memenuhi syarat untuk melaju ke ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026 yang akan digelar pada Juli mendatang.

Selain fokus pada pengembangan ekonomi syariah, Bank Indonesia juga menggelar aksi edukasi perlindungan konsumen melalui kegiatan Ngabuburide GEBER PEKA (Gerakan Bersama Perlindungan Konsumen). Kegiatan ini melibatkan 76 pesepeda dari komunitas Hakumpul Sepeda Lipat (HASI) yang turut membagikan 200 paket takjil kepada masyarakat disertai edukasi mengenai keamanan transaksi digital.

Salah seorang warga Jekan Raya, Arief, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Acaranya seru sekali, apalagi ada konsep Ngabuburide. Selain dapat takjil, kami juga jadi lebih paham cara menghindari penipuan pembayaran digital lewat edukasi yang diberikan,” ujarnya.

Kesuksesan Festival BERKAH 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, antara lain Kementerian Agama Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah, UIN Palangka Raya, serta SMK Negeri 3 Palangka Raya.

Melalui sinergi lintas instansi tersebut, pengembangan ekonomi syariah serta penguatan literasi dan keamanan transaksi digital di Kalimantan Tengah diharapkan dapat terus berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....