Berikan Pemahaman Potensi Ekonomi Syariah, RRI dan MES Kalteng Gelar Talkshow
- 11 Mar 2026 20:20 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Radio Republik Indonesia (RRI) Palangka Raya bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Tengah menggelar talk show bertajuk “Ekonomi Syariah sebagai Peluang Karir Generasi Muda”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai potensi ekonomi syariah di era digital.
Talk show tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, pelaku UMKM halal, serta pengurus MES Kalimantan Tengah. Kegiatan ini juga diikuti puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Palangka Raya yakni UIN, UMPR, dan UPR.
Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah. Peluang tersebut tidak hanya terbatas pada sektor perbankan, tetapi juga merambah berbagai sektor industri kreatif dan kewirausahaan.
Pelaku UMKM halal yang menjadi salah satu narasumber, Asro Laelani Indrayanti, menegaskan bahwa kemajuan teknologi memudahkan generasi muda mengakses informasi serta mengembangkan potensi diri melalui berbagai platform digital. “Silakan generasi muda untuk belajar, karena sekarang banyak sumber pembelajaran yang bisa diakses melalui media sosial seperti YouTube maupun TikTok. Platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi diri dan melihat berbagai peluang yang ada,” ujarnya, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa ekonomi syariah memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya terbatas pada sektor perbankan, tetapi juga mencakup berbagai sektor usaha yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Sementara itu, salah seorang peserta talk show dari Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, Charles Christian Timothy, menilai ekonomi syariah saat ini semakin inklusif dan dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
Dalam kesempatan tersebut, Charles juga menyoroti pentingnya literasi investasi bagi generasi muda, mulai dari pemahaman risiko saham syariah hingga dasar hukum yang menaunginya. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), generasi muda perlu terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing di masa depan.
“Harapan saya ke depannya pemerintah dapat melihat bahwa anak muda memiliki potensi yang luar biasa. Bantulah anak-anak muda yang mungkin terkendala masalah ekonomi dan finansial, misalnya melalui akses pekerjaan atau beasiswa pendidikan. Hal tersebut akan menjadi penunjang masa depan dan karier yang lebih baik bagi masyarakat kita,” katanya.
Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda dapat melihat ekonomi syariah sebagai salah satu peluang karier yang menjanjikan di masa depan, sekaligus mendorong mereka untuk lebih aktif mengembangkan potensi diri di era digital. (Rian Hidayat)