Roadshow ke Kobar, MES Kalteng Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Syariah
- 03 Feb 2026 23:56 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja, silaturahmi, dan roadshow ke Pengurus Daerah MES Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat sinergi pengembangan ekonomi syariah berbasis masyarakat dan pesantren.
Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan tahunan MES Kalimantan Tengah Tahun 2025, pemaparan hasil Silaturahmi Wilayah (Silakwil), serta rencana program kerja MES Kalimantan Tengah Tahun 2026. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi antara Pengurus Wilayah MES Kalimantan Tengah dan Pengurus Daerah MES Kabupaten Kotawaringin Barat.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Ketua MES Kabupaten Kotawaringin Barat, Sekretaris Umum, serta para Ketua Divisi. Sementara dari Pengurus Wilayah MES Kalimantan Tengah hadir Jelita, selaku Ketua Rombongan sekaligus Anggota Divisi I, Dr. Itsla Yunisva Aviva, selaku Ketua Divisi III, Maulana Malik, selaku Ketua Divisi Kewirausahaan dan Pondok Pesantren, serta Rio Wirajati selaku Anggota Divisi III.
Ketua Rombongan, Jelita, mengatakan bahwa dalam rapat dibahas berbagai strategi penguatan peran MES melalui pendekatan kolaboratif antara pengurus wilayah dan daerah. “Fokus utama diarahkan pada pengembangan ekosistem ekonomi syariah berbasis pesantren dan UMKM, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta integrasi program ekonomi syariah dengan isu sosial dan lingkungan,” ujarnya, Selasa 3 Februari 2026.
Salah satu program kolaboratif yang dibahas yakni rencana pelaksanaan kegiatan edukasi dan literasi pilah sampah yang melibatkan MES Kalimantan Tengah dan MES Kabupaten Kotawaringin Barat, bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang lingkungan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekonomi sirkular berbasis nilai-nilai Islam, sekaligus mendorong peran pesantren dan masyarakat dalam pengelolaan sampah bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Selain itu, MES Kalimantan Tengah juga menyampaikan rencana pelaksanaan Training of Trainers (ToT) pendampingan penyusunan laporan keuangan pondok pesantren yang akan difasilitasi oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola pesantren dalam pencatatan dan pelaporan keuangan yang akuntabel, transparan, serta sesuai prinsip good governance sebagai fondasi kemandirian ekonomi pesantren.
Usai rapat koordinasi, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke sejumlah pondok pesantren yang telah mengembangkan unit usaha produktif. Kunjungan pertama dilakukan ke Pondok Pesantren Manbaul Husna Lidda’wah yang memiliki unit usaha di bidang perikanan dan pertanian dengan jumlah santri sekitar 300 orang.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Giri Al Wahdah yang mengembangkan usaha laundry pondok dengan jumlah santri sekitar 600 orang. Usaha tersebut telah mencapai titik Break Even Point (BEP) dalam waktu dua tahun dan kini mampu menghasilkan keuntungan puluhan juta rupiah yang dimanfaatkan untuk program beasiswa santri.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke Pondok Pesantren Entrepreneur Dar Al Raudhah yang mengembangkan usaha air minum dalam kemasan bermerek “Dara”. Pondok ini memiliki lebih dari 700 santri, dengan jangkauan distribusi produk hingga ke sejumlah kabupaten sekitar. Selain unit usaha, pesantren ini juga mengembangkan inovasi teknologi digital berupa aplikasi keuangan pesantren yang dirancang dan dikembangkan langsung oleh para santri.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pengurus MES turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan bantuan sarana dan prasarana yang telah diberikan kepada pondok pesantren. Bantuan tersebut dinilai memberikan dampak nyata dalam mendukung operasional dan pengembangan usaha pesantren.
Ke depan, Pengurus MES Kabupaten Kotawaringin Barat berencana melakukan pendataan terhadap sekitar 21 pondok pesantren untuk memetakan potensi ekonomi pesantren secara komprehensif. Data tersebut akan menjadi dasar perumusan program pendampingan dan pengembangan ekonomi pesantren yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, MES Kalimantan Tengah dan MES Kabupaten Kotawaringin Barat berharap dapat terus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kemandirian dan kemaslahatan umat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....