Transparansi Digital Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Syariah Islam

  • 10 Jan 2026 19:40 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Transparansi menjadi salah satu prinsip utama yang dijalankan dalam ekonomi kreatif syariah. Prinsip ini memastikan setiap proses bisnis berjalan terbuka, jujur, dan tidak merugikan pihak mana pun.

Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Tengah, Arif Mubarok, mengatakan bahwa transparansi memberi rasa aman bagi konsumen. Dengan keterbukaan informasi, konsumen dapat mengetahui harga dan kualitas produk secara jelas dan benar.

“Kadang kita kan mau coba makanan baru, ah takut mahal. Mereka membuka transparansi di sana itu termasuk dalam prinsip Islam itu salah satu manfaat hadirannya tadi," katanya saat mengisi program Ekonomi Digital di Pro 1 RRI Palangka Raya, Jumat (9/1/2026).

Ia juga menambahkan bahwa prinsip transparansi dalam ekonomi kreatif syariah berperan penting dalam mencegah penipuan. Keterbukaan informasi membantu konsumen terhindar dari praktik bisnis yang merugikan.

“Kamu kalau memang berbisnis, mau kreatif, kalau memang bagus katakan bagus, jangan ada yang ditutup-tutupi. Syariat ini berlaku di situ, menjaga tetap sesuai dengan aturan-aturan Islam supaya tidak ada yang dirugikan di dalam praktiknya," katanya.

Di era digital, kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif. Namun, tanpa transparansi, ruang digital juga rawan disalahgunakan untuk penipuan dan manipulasi informasi.

Perbedaan persepsi antara penjual dan konsumen sering terjadi dalam transaksi daring. Karena itu, ekonomi kreatif syariah menekankan kejujuran agar ekspektasi kedua belah pihak tetap sejalan.

Pada akhirnya, transparansi menjadi kunci kepercayaan dalam ekonomi kreatif syariah. Dengan berpegang pada nilai Islam, praktik bisnis dapat tumbuh sehat dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....