Pentingnya Manajemen Keuangan di Tengah Kemudahan Pembayaran Digital
- 08 Des 2025 20:32 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Fenomena kebiasaan "makan uang tabungan" dengan QRIS kini makin marak di kalangan anak muda. Kemudahan pembayaran digital yang hanya membutuhkan satu kali scan membuat mereka semakin impulsif dalam berbelanja.
Banyak anak muda mengaku sulit menahan diri karena proses transaksi terasa cepat dan praktis tanpa perlu mengeluarkan uang fisik.
Kemudahan tersebut ternyata berdampak pada kebiasaan menabung. Sejumlah survei menunjukkan bahwa penggunaan QRIS yang tidak terkontrol membuat pengeluaran harian meningkat secara signifikan.
Banyak yang baru menyadari uang tabungan menipis saat melihat riwayat transaksi akhir bulan, terutama untuk pembelian makanan, kopi, dan kebutuhan gaya hidup.
Pengamat ekonomi digital menilai, QRIS sebenarnya membawa manfaat besar bagi inklusi keuangan, namun perlu digunakan dengan bijak.
Tanpa perencanaan, anak muda mudah terjebak pada gaya hidup konsumtif. Mereka cenderung merasa transaksi kecil tidak berdampak besar, padahal jika diakumulasikan jumlahnya bisa cukup besar.
Di sisi lain, sejumlah lembaga keuangan mulai memberikan edukasi literasi finansial untuk mencegah kebiasaan boros tersebut. Anak muda didorong untuk memisahkan rekening tabungan dengan rekening transaksi agar pengeluaran lebih terkontrol.
Beberapa aplikasi keuangan bahkan menyediakan fitur batas harian untuk membantu pengguna menahan pengeluaran berlebih.
Meski begitu, kebiasaan menggunakan QRIS diprediksi tetap meningkat seiring perkembangan teknologi pembayaran digital. Tantangannya kini terletak pada kemampuan anak muda mengatur keuangan dan menahan keinginan belanja impulsif.
Dengan disiplin finansial yang lebih kuat, teknologi QRIS bisa tetap dimanfaatkan tanpa mengorbankan tabungan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....