Kemarau dan Kabut Asap Tekan Pasokan Buah Lokal di Palangka Raya

  • 30 Sep 2026 06:14 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya — Kemarau dan kabut asap turut berdampak terhadap aktivitas pedagang dan petani buah di Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi produksi buah, tetapi juga membuat pasokan buah lokal lebih terbatas dan harga cenderung mengalami kenaikan.

Pedagang buah di Kota Palangka Raya, Muhammad Kurniawan, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan buah lokal dari petani. Selain ketersediaan yang terbatas, harga buah dari petani juga mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

Kurniawan menyebut salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah semangka lokal. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram kini dijual sekitar Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

“Pemasukan buah lokal jadi kurang banyak dan harganya juga naik, yang tadinya semangka kami bisa jual Rp10 ribu per kilogram, sekarang Rp15 ribu sampai Rp17 ribu,” ujar Kurniawan, Selasa, 29 September 2026. Menurutnya, kondisi kabut asap juga mengganggu proses pengambilan barang karena jarak pandang yang terbatas, sementara pasokan buah impor relatif aman dan harganya cenderung turun.

Sementara itu, petani buah di Palangka Raya, Akbar, mengatakan kemarau membuat aktivitas pertanian menghadapi berbagai hambatan. Keterbatasan air menyebabkan produksi buah berkurang dan memengaruhi kualitas hasil panen, sehingga petani harus mencari sumber air alternatif yang membutuhkan tambahan waktu dan biaya.

Akbar menambahkan, kabut asap juga menjadi tantangan karena berkurangnya paparan sinar matahari dapat menghambat pertumbuhan tanaman. “Selama tiga bulan ini asap menutupi sinar matahari dan banyak karbon dioksida yang menyelimuti langit Palangka Raya, sehingga cukup sulit bagi kami dan kami membutuhkan kehadiran pemerintah,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan perubahan cuaca berdampak tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga terhadap rantai pasok hingga aktivitas perdagangan buah di masyarakat. Pedagang berharap pasokan buah lokal kembali normal dan harga lebih stabil, sedangkan petani berharap pemerintah memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak kemarau dan kabut asap. (Selli Tifani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....