Air Sungai Barito Surut, Distribusi Batu Bara Terganggu

  • 15 Sep 2026 20:29 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Belasan tugboat bersama tongkang pengangkut batu bara terpaksa tambat di sejumlah titik di Sungai Barito, wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut terjadi akibat debit air Sungai Barito yang semakin surut di tengah musim kemarau. Rendahnya permukaan air membuat aktivitas pelayaran, khususnya angkutan batu bara menggunakan tongkang, tidak dapat berjalan secara normal.

Sejumlah tugboat dan tongkang terlihat berhenti dan menunggu kondisi ketinggian air kembali memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Kapal tidak dapat dipaksakan melintas karena berisiko kandas akibat kedalaman alur sungai yang terbatas.

Menurut salah seorang anak buah kapal, Huda, terhentinya aktivitas angkutan sungai ini turut berdampak terhadap distribusi batu bara yang selama ini mengandalkan jalur Sungai Barito sebagai salah satu akses transportasi utama.

Oleh karena itu dirinya berharap debit air Sungai Barito segera kembali meningkat sehingga kapal dapat kembali berlayar dan aktivitas pengangkutan batu bara tidak mengalami gangguan berkepanjangan.

“Untuk sementara kami tambat dulu karena air sungai surut. Kalau dipaksakan berlayar, khawatir kapal kandas. BeefSemoga ada hujan agar debit air sungai naik,” ujar nahkoda, Minggu 13 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....