Anak Muda Kalteng Punya Peluang Kembangkan Agribisnis Kalteng
- 16 Agt 2026 19:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Potensi pertanian Kalimantan Tengah dinilai memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh apabila mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor. Pengembangan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian memiliki nilai tambah dan mampu memenuhi kebutuhan pasar. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Palangka Raya bersama Amin Bahrudin Asari, Founder & CEO PT AJBB, Minggu, 16 Agustus 2026. Mengangkat tema “Naik Kelas Lewat Ekspor: Cerita Potensi Pertanian Kalteng”, obrolan ini mengajak generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki peluang bisnis.
Menurut Amin Bahrudin Asari, potensi pertanian Kalteng tidak seharusnya hanya dilihat dari seberapa banyak hasil produksi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Ia menilai masih terbuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan sektor tersebut melalui berbagai inovasi dan pendekatan bisnis. “Anak muda jangan melihat pertanian hanya sebagai pekerjaan di lahan, tetapi melihatnya sebagai sebuah bisnis yang punya rantai usaha panjang,” ujarnya. Menurutnya, peluang tersebut dapat dikembangkan mulai dari proses produksi, pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga membawa produk lokal menuju pasar yang lebih luas.
Potensi pertanian di Kalimantan Tengah menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Komoditas pertanian yang dikelola dengan baik dapat dikembangkan tidak hanya sebagai bahan mentah, tetapi menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dalam konteks ekspor, Amin menekankan pentingnya memperhatikan kualitas, kontinuitas pasokan, pengemasan, hingga kemampuan memenuhi standar pasar. “Kalau ingin masuk pasar yang lebih besar, kita harus mampu menjaga kualitas dan kontinuitas, karena pasar tidak hanya mencari produk yang bagus sekali, tetapi produk yang bisa tersedia secara konsisten,” ujarnya.
Pengembangan pertanian berbasis ekspor juga membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam berbagai rantai bisnis. Anak muda tidak harus selalu menjadi petani secara konvensional, tetapi dapat mengambil peran dalam teknologi pertanian, pengolahan produk, pemasaran, distribusi, hingga pengembangan merek. Amin mengatakan kreativitas dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi kekuatan generasi muda untuk memperkenalkan produk pertanian Kalteng kepada konsumen yang lebih luas. “Teknologi dan kreativitas anak muda bisa menjadi jembatan untuk membuat produk lokal lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” katanya.
Namun, membawa produk pertanian menuju pasar ekspor membutuhkan proses dan persiapan yang tidak sederhana. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar tujuan, menjaga konsistensi kualitas, serta membangun sistem produksi dan distribusi yang mampu memenuhi permintaan. Menurut Amin, kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, dunia usaha, pemerintah, dan generasi muda menjadi penting agar potensi pertanian Kalteng dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui program Muda Kreatif, Pro 2 RRI Palangka Raya membuka ruang bagi generasi muda untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi, tetapi juga sebagai peluang usaha dan agribisnis yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....