Bulog Pastikan Stok Pangan Melimpah dan Harga Terkendali di Kalimantan Tengah

  • 12 Agt 2026 19:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bulog memastikan ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah dalam kondisi kuat dengan harga di tingkat konsumen tetap terkendali. Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran manajemen Bulog bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah melakukan inspeksi langsung ke HiCermart Superstore Palangka Raya serta Gudang Bulog Bukit Tunggal, Rabu 12 Agustus 2026.

Peninjauan dipimpin oleh Wakil Direktur Utama Perum Bulog bersama Sekretaris Perusahaan, Ketua PMO Transformasi, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Tengah, didampingi Satgas Pangan, Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah. Pemeriksaan dilakukan terhadap ketersediaan komoditas, harga jual kepada masyarakat, serta kondisi stok di gudang Bulog.

Hingga 12 Agustus 2026, stok yang dikelola Kantor Wilayah Perum Bulog Kalimantan Tengah tercatat mencapai 17.892 ton beras, baik beras CPP maupun komersial, sekitar 958 ribu liter minyak goreng, serta 121 ribu kilogram gula pasir. Ketersediaan tersebut menunjukkan kesiapan BULOG dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat Kalimantan Tengah.

Di HiCermart Superstore Palangka Raya, tim memastikan beras premium merek Punokawan tersedia dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram dengan harga jual kepada masyarakat sebesar Rp15.400 per kilogram, atau Rp77 ribu untuk kemasan 5 kilogram dan Rp154 ribu untuk kemasan 10 kilogram.

Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq, menegaskan bahwa pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan pangan tersedia dan harga tetap sesuai ketentuan.

“Kami melihat langsung kondisi di ritel modern. Stok pangan tersedia dan harga yang diterima masyarakat sesuai ketentuan. Sementara dari sisi ketersediaan, stok yang kami miliki juga sangat kuat,” ujar Marga.

Kondisi tersebut diperkuat melalui peninjauan di Gudang Bulog Bukit Tunggal. Di kompleks pergudangan tersebut tersimpan sekitar 1.935 ton beras, 79 ribu liter minyak goreng, 29 ribu kilogram gula pasir serta 22 ribu kilogram jagung, sebagai bagian dari kesiapan Bulog memenuhi kebutuhan penyaluran pangan di wilayah tersebut.

Marga menambahkan, ketahanan stok beras yang dikelola Bulog di Kalimantan Tengah diproyeksikan mampu mendukung kebutuhan penyaluran hingga sekitar 10 bulan ke depan. Kondisi ini menjadi dasar bagi Bulog untuk memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

“Masyarakat Kalimantan Tengah tidak perlu khawatir. Stok yang kami miliki lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan penyaluran ke depan. Bulog akan terus hadir menjaga ketahanan pangan, bukan hanya di Kalimantan Tengah, tetapi juga di seluruh Indonesia,” kata Marga Taufiq.

Menurutnya, ketersediaan stok yang kuat harus berjalan beriringan dengan keterjangkauan harga. Karena itu, Bulog bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan akan terus memperkuat pengawasan distribusi agar komoditas pangan tersedia bagi masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.

Melalui pengecekan langsung dari ritel hingga gudang, Perum Bulog menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga pangan. Dengan dukungan pemerintah daerah, Satgas Pangan dan seluruh pemangku kepentingan, Bulog akan terus memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi hingga ke seluruh pelosok negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....