Ketua Pinsar Kalteng Minta PLN Sampaikan Pemberitahuan sebelum Padamkan Listrik

  • 29 Jul 2026 21:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan, meminta PLN menyampaikan pemberitahuan secara khusus kepada pemilik usaha peternakan sebelum melakukan pemadaman listrik. Menurutnya, pemadaman tanpa informasi langsung berpotensi menimbulkan kerugian besar, terutama bagi peternakan ayam modern yang menggunakan sistem kandang tertutup (closed house) dengan pendingin udara.

Ia menegaskan peternak memahami adanya perbaikan jaringan listrik, namun meminta pemberitahuan disampaikan minimal dua hingga tiga hari sebelumnya. “Sejumlah kawasan peternakan seperti di Kilometer 21 arah Sampit dan Kilometer 8 arah Tumbang Nusa memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan listrik. Jika listrik padam secara mendadak, peternak tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan genset maupun pasokan solar yang hanya tersedia di SPBU dalam kota,” ucapnya, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, pengumuman melalui media umum belum tentu diterima oleh pekerja kandang karena keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi peternakan. Andi Bustan mengungkapkan, pemadaman listrik selama lima menit saja dapat mengakibatkan kematian hingga separuh populasi ayam dalam satu kandang tertutup yang rata-rata berisi sekitar 40 ribu ekor.

“Dengan asumsi 20 ribu ekor mati dan keuntungan peternak sekitar Rp6.000 per ekor, kerugian dapat mencapai sekitar Rp120 juta hanya dalam hitungan menit,” kata Andi. Karena itu, ia meminta PLN memetakan lokasi usaha yang memiliki risiko tinggi dan menyampaikan pemberitahuan secara langsung, bahkan bila perlu melalui kunjungan petugas atau surat resmi kepada pemilik usaha.

Selain berdampak pada peternak, kondisi ini juga dikhawatirkan memengaruhi pasokan ayam di Palangka Raya dan sekitarnya yang mencapai sekitar 23 ribu ekor per hari. Apabila terjadi kematian ayam dalam jumlah besar akibat pemadaman listrik, pasokan ke pasar dapat berkurang sehingga memicu kenaikan harga.

Untuk itu Pinsar Kalteng berharap PLN dapat memperbaiki mekanisme penyampaian informasi pemadaman agar pelaku usaha memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi dan kerugian besar dapat dihindari.

Sementara, saat aksi Demonstrasi Stop Pemadaman Listrik di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya perwakilan peternak Kota Palangka Raya, Satrio, menegaskan aksi membawa ratusan bangkai ayam ke Kantor PLN sebagai bentuk protes apabila persoalan pasokan listrik yang tidak stabil tidak segera dituntaskan. “Untuk sistem kandang modern atau closed house yang kini digunakan, peternak sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan blower sebagai penyedia sirkulasi udara bagi ternak,” ucapnya.

Satrio menjelaskan, meskipun peternak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan, alat tersebut hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat dan bukan untuk digunakan dalam waktu lama. Ketidakpastian jadwal serta lamanya durasi pemadaman membuat genset bekerja melebihi kapasitas hingga berisiko mengalami kerusakan.

Menurutnya, apabila genset tidak berfungsi, suplai oksigen di dalam kandang terhenti sehingga ribuan ayam dapat mati dalam waktu singkat akibat kekurangan udara. Selain menghadapi ancaman kematian ternak, peternak juga mengaku terbebani oleh sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan genset karena adanya pembatasan pembelian di SPBU.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya operasional meningkat tajam, sementara kerugian akibat pemadaman listrik terus bertambah selama beberapa bulan terakhir. Para peternak berharap PLN segera memberikan kepastian jadwal pemadaman dan menjamin keandalan pasokan listrik agar aktivitas peternakan tidak terus mengalami kerugian besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....