Hilirisasi Sawit, Rawing : Tantangan Pelaku Usaha Terkait Aturan
- 25 Mei 2026 07:55 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Seiring dengan perkembangan dan pertambahan aktivitas perkebunan sawit, tentunya pemerintah harus mendorong pembangunan hilirisasi sawit. Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Indonesia (Gapki) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng), Rawing Rambang.
"Jadi sawit tidak hanya diolah dalam bentuk CPO tapi harus dikembangkan dalam bentuk nilai tambah yang lain, misalnya minyak goreng, margarin, coklat, kertas dan sebagainya. Banyak turunan sawit ini, seiring dengan program pemerintah dalam rangka mendorong hilirisasi sawit, tentunya Gapki sangat mendukung program pemerintah," katanya, Jumat 22 Mei 2026.
Bagaimanapun juga lanjut mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng tersebut, dengan adanya hilirisasi akan menambah jumlah tenaga kerja yang berdampak kepada pendapatan, pertumbuhan ekonomi, pertambahan APBD dan APBN.
"Nah kita berharap ke depannya hilirisasi ini semakin banyak di Kalimantan Tengah. Dengan luas kebun kurang lebih 2,3 juta hektare, wajarlah Kalimantan Tengah ini membangun industri hilir," ujarnya.
Terkait dengan tantangan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit dalam mendorong hilirisasi, Rawing Rambang menyebut terkait perizinan, dimana regulasi yang dibuat harus konsisten, tidak perlu berubah-ubah karena bagi investor yang paling penting adalah peraturan tidak berbelit-belit, cepat dan mudah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....