Huma Betang Jadi Landasan Etika Ekonomi Digital

  • 01 Mar 2026 06:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Etika lokal Kalimantan Tengah menjadi nilai filosofis yang diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya diterapkan dalam praktik ekonomi digital yang kini semakin berkembang dan menyentuh hampir semua lini aktivitas.

Dosen Bisnis Digital, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Nur Annisa, mengatakan falsafah Huma Betang sejalan dengan prinsip etika dalam ekonomi digital yang mengedepankan kejujuran dan transparansi dalam kegiatan promosi dan jual beli. Menurutnya, nilai tersebut menjadi pedoman moral agar pelaku usaha dan

konsumen tetap menjunjung integritas dalam setiap transaksi.

"Nah harapannya dengan menerapkan etika lokal, Huma Betang ini salah satunya falsafahnya ya itu tentang transparansi. Nah transparansi itu berarti kalau kita sedang promosi itu jelas tidak melebih-lebihkan spesifikasinya," katanya, saat mengisi program Ekonomi Digital di Pro 1 RRI Palangka Raya, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menambahkan, penerapan nilai ini penting di tengah tren transaksi digital yang sering kali memberikan celah pada penipuan. Perkembangan teknologi memudahkan

proses jual beli, namun di sisi lain juga berpotensi membuat pelaku usaha mengabaikan etika.

"Kalau kita berbicara tentang fisik kita ketemu orang, mungkin kan kita bisa langsung menerapkan etika misalnya transparansi, kemudian bagaimana cara kita bertransaksi atau misalnya melayani komplain dan lain sebagainya. Nah kalau tersentuh dengan teknologi digital, kadang kita terlena, kita melupakan etika-etika tertentu," katanya.

Ia menjelaskan, dalam transaksi langsung, pembeli dapat melihat dan menyentuh barang sehingga komunikasi berlangsung lebih terbuka. Namun dalam transaksi digital,

keterbatasan interaksi fisik kerap membuat sebagian pihak tergoda untuk melebih-lebihkan spesifikasi produk.

Karena itu, penerapan nilai Huma Betang dalam ekonomi digital dinilai penting agar kepercayaan tetap terjaga. Dengan menjunjung transparansi dan kejujuran, pelaku usaha di Kalimantan Tengah diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita