Usaha Ternak Ayam Berpeluang Menguntungkan Jangka Panjang

  • 17 Jan 2026 23:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Usaha ternak ayam dinilai masih sangat berpeluang dan menguntungkan di Kota Palangka Raya. Pasalnya, kebutuhan daging ayam di wilayah ini mencapai sekitar 30 ribu ekor per hari, sementara produksi peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 27 ribu ekor per hari.

Kekurangan pasokan tersebut kerap berdampak pada kenaikan harga daging ayam di pasar tradisional hingga Rp45 ribu per kilogram, terutama saat permintaan meningkat dan stok di tingkat pedagang terbatas.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan, menilai permasalahan utama tidak hanya terletak pada jumlah produksi, tetapi juga pada manajemen waktu panen. “Pengaturan masuknya bibit ayam ke kandang harus diperhatikan agar waktu panen tidak bersamaan, sehingga produksi bisa lebih stabil,” ujarnya, Jumat, 16 Januari 2026.

Andi menambahkan, koordinasi antarwilayah juga menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan pasokan. Menurutnya, kerja sama antara Pinsar Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan perlu diatur melalui pembagian kuota yang jelas.

“Peternak lokal harus tetap menjadi pemasok utama, bukan justru tersisih oleh pasokan dari luar daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, menyampaikan bahwa kenaikan harga ayam umumnya bersifat sementara. “Lonjakan harga biasanya hanya berlangsung maksimal tiga hari, terutama menjelang hari besar keagamaan,” katanya.

Fajar juga mengungkapkan, saat ini sejumlah peternak lokal mulai beralih ke sistem peternakan semi modern, khususnya di wilayah Kecamatan Rakumpit. “Kami berharap pengembangan ini dapat meningkatkan produksi ayam lokal secara bertahap, sehingga kebutuhan harian masyarakat Palangka Raya dapat terpenuhi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....