DBH Sawit Kotim Turun Drastis Akibat Pertumbuhan Minus

  • 28 Feb 2025 22:28 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Pendapatan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit tahun 2024 untuk Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami penurunan drastis. Hal tersebut dibenarkan oleh pihak pemerintah kabupaten setempat.

Asisten II Setda Kotim, Alang Arianto mengatakan pemicu penurunan DBH sawit ini, lantaran menurunnya pertumbuhan di bidang pertanian, salah satunya perkebunan kelapa sawit yakni mengalami minus 0,19 persen.

"Tahun 2023 DBH Kotim sebesar 46 miliar rupiah. Kemudian di tahun 2024 sebesar 41 miliar dan di tahun 2025 turun drastis 16 miliar rupiah. Jika dilihat, minus 0,19 persen," ujarnya, Jumat (28/2/2025).

Alang menjelaskan, luas lahan perkebunan sawit di Kotim sebesar 460 ribu hektare. Sehingga dikenal sebagai daerah dengan lahan sawit terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, memiliki tantangan tersendiri, baik bagi pemerintah daerah maupun pengusaha.

Tantangan tersebut lanjut Alang, saat ini banyak perusahaan kelapa sawit melakukan peremajaan tanaman besar-besaran. Sehingga berpengaruh dengan produksi karena tanaman baru belum bisa menghasilkan.

"Selain itu konflik lahan antara perusahaan dengan masyarakat. Permodalan dan klaim lahan, membuat perusahaan tidak bisa melakukan pemanenan secara maksimal. Oleh karena itu berpengaruh terhadap produksi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....