Ritual Hindu Kaharingan Tiwah di DAS Katingan, Wujud Penghormatan Kepada Leluhur

  • 23 Agt 2026 21:53 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ritual Tiwah merupakan salah satu upacara keagamaan Hindu Kaharingan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Di wilayah Daerah Aliran Sungai atau DAS Katingan, tradisi Tiwah masih dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Tiwah merupakan ritual yang berkaitan dengan proses penghantaran arwah orang yang telah meninggal menuju kehidupan selanjutnya. Bagi umat Hindu Kaharingan, pelaksanaan Tiwah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antarkerabat serta masyarakat.

Pelaksanaan ritual Tiwah biasanya melibatkan keluarga besar dan masyarakat sekitar. Berbagai rangkaian kegiatan dilakukan dengan penuh ketelitian berdasarkan ketentuan adat dan keagamaan yang berlaku. Para tetua adat dan tokoh agama memiliki peran penting dalam memberikan arahan agar setiap tahapan ritual dapat dilaksanakan sesuai dengan nilai dan tata cara yang diwariskan oleh para leluhur.

Di DAS Katingan, keberadaan ritual Tiwah juga memperlihatkan eratnya hubungan antara kehidupan spiritual, adat istiadat dan lingkungan sosial masyarakat Dayak. Sungai Katingan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat turut menjadi ruang budaya yang mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal.

Selain memiliki nilai spiritual, Tiwah mengandung nilai sosial yang kuat. Persiapan hingga pelaksanaan ritual membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Gotong royong, rasa kekeluargaan, kepedulian dan penghormatan terhadap orang yang lebih tua menjadi nilai yang terus dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat.

Ritual Tiwah juga menjadi salah satu bentuk pewarisan budaya kepada generasi muda. Melalui keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam berbagai persiapan kegiatan, pengetahuan mengenai adat, bahasa, seni, simbol-simbol budaya dan nilai keagamaan dapat terus dikenalkan. Hal tersebut penting agar tradisi Tiwah tidak hanya menjadi ritual yang dilaksanakan secara turun-temurun, tetapi juga dipahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Di tengah perkembangan zaman, pelestarian Tiwah menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Dayak dan keberagaman kehidupan beragama di Kalimantan Tengah. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa kehidupan modern tetap dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai adat dan keagamaan yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat.

Dengan tetap menjaga tata cara dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, ritual Tiwah di DAS Katingan diharapkan dapat terus menjadi bagian dari kehidupan umat Hindu Kaharingan sekaligus menjadi warisan budaya yang dapat dikenalkan kepada generasi penerus. Lebih dari sekadar sebuah ritual, Tiwah merupakan cerminan penghormatan kepada leluhur, penguatan persaudaraan dan upaya menjaga kesinambungan nilai budaya masyarakat Dayak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....