ToleRun 2026 Ajak Pemuda Lintas Iman Rayakan Kemerdekaan lewat Misi Kebhinekaan

  • 19 Agt 2026 11:46 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Jakarta - Semangat persatuan dalam keberagaman menjadi pesan utama dalam kegiatan ToleRun: Misi Kebhinekaan di TMII 2026 yang mempertemukan puluhan pemuda lintas iman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Mengusung tema “Berbeda, Berdamai, Bersama: Menerima Perbedaan, Berdamai dengan Diri, dan Melangkah Bersama”, kegiatan ini diinisiasi oleh Global Peace Foundation (GPF) Indonesia bersama Ahmadiyya Muslim Student Association (AMSA) dan AMSA for Women (AMSAW) Indonesia), serta didukung oleh Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI), Leadership Lens, dan sejumlah organisasi serta komunitas lainnya.

Kegiatan ini turut dihadiri dan dibuka oleh Gugun Gumilar, Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Gugun menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang melibatkan pemuda lintas iman dalam membangun ruang perjumpaan dan persahabatan di tengah keberagaman, sekaligus menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Kolaborasi lintas organisasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya menciptakan ruang perjumpaan yang aman dan inklusif bagi pemuda dari berbagai latar belakang agama, keyakinan, budaya, dan komunitas. Melalui ToleRun, para peserta tidak hanya diajak untuk mengenal keberagaman, tetapi juga membangun pengalaman bersama melalui permainan, eksplorasi budaya, dan kerja sama tim.

Sebanyak 100 orang mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk fun challenge. Mereka dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari peserta dengan latar belakang berbeda dan diajak menyelesaikan berbagai tantangan sambil menjelajahi sejumlah titik budaya di kawasan TMII.

Berbeda dari kegiatan perayaan kemerdekaan pada umumnya, ToleRun memadukan unsur permainan, eksplorasi budaya, dan pembelajaran mengenai toleransi. Peserta tidak hanya ditantang untuk menyelesaikan teka-teki, tetapi juga harus membangun komunikasi dan kerja sama dengan anggota kelompok yang baru mereka kenal.

Salah satu bagian utama kegiatan adalah case solving, di mana setiap kelompok harus memecahkan sejumlah tantangan yang berkaitan dengan keberagaman. Rute permainan membawa peserta untuk mengenal rumah ibadah, rumah adat, serta berbagai titik budaya yang menggambarkan kekayaan Indonesia.

Melalui pengalaman tersebut, peserta diajak melihat keberagaman secara lebih dekat dan memahami bahwa perbedaan tidak harus menjadi penghalang untuk bekerja sama.

“ToleRun bukan hanya tentang siapa yang paling cepat menyelesaikan tantangan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa berjalan bersama, mendengarkan satu sama lain, dan menemukan cara untuk menyelesaikan persoalan meskipun kita memiliki latar belakang yang berbeda,” ujar Aven selaku Ketua Panitia

Selain fun challenge, peserta juga mengikuti sesi refleksi untuk menghubungkan pengalaman selama permainan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta diajak merefleksikan bagaimana mereka menghadapi perbedaan, membangun kepercayaan, serta menjaga hubungan dengan orang lain yang memiliki perspektif berbeda.

Pelaksanaan ToleRun bertepatan dengan momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengingat kembali bahwa persatuan merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia.

Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ruang dialog dan membangun hubungan yang positif di antara kelompok yang berbeda. Perjumpaan lintas iman dan lintas komunitas menjadi salah satu cara untuk mengurangi prasangka sekaligus membangun pemahaman bahwa perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana kita sebagai generasi muda menjaga Indonesia tetap menjadi ruang yang aman bagi setiap orang untuk hidup berdampingan. Perbedaan adalah bagian dari identitas Indonesia, dan tugas kita adalah memastikan perbedaan tersebut menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling menjauh,” ucap Rara selaku Wakil Ketua Umum AMSAW.

Melalui ToleRun 2026, penyelenggara berharap pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun komunikasi dan hubungan yang lebih terbuka dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Tema “Berbeda, Berdamai, Bersama” menjadi pesan yang ingin dibawa pulang oleh seluruh peserta, bahwa keberagaman bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru melalui perbedaan, generasi muda dapat belajar untuk saling memahami, bekerja sama, dan membangun Indonesia yang lebih damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....