Meriahkan HUT Kemerdekaan, KKD Dusmala-Tebama Gelar Lomba Menangkap Anak Babi
- 09 Agt 2026 23:28 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kerukunan Keluarga Dayak Dusun, Maanyan, Lawangan, Tewoyan, Bayan, dan Dusun Malang (KKD Dusmala-Tebama) Kota Palangka Raya menggelar lomba menangkap anak babi atau “Nyama Unik”. Lomba berlangsung meriah dengan peserta yang harus menangkap anak babi yang dilepaskan di dalam arena berukuran sekitar 5 x 5 meter dengan mata tertutup kain.
Aksi para peserta saat berusaha mengejar dan menangkap anak babi tersebut mengundang gelak tawa penonton yang memadati lokasi kegiatan. Suasana semakin semarak karena peserta harus mengandalkan pendengaran dan arahan dari masyarakat di sekitar arena untuk menemukan posisi anak babi.
Sekretaris Umum KKD Dusmala-Tebama Kota Palangka Raya, Harry Araiyanto, mengatakan lomba “Nyama Unik” diangkat dari kebiasaan berburu yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak Dusun, Maanyan, dan Lawangan. Tradisi tersebut kemudian dikemas dalam bentuk permainan rakyat yang lebih menarik dan dapat dinikmati masyarakat.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan hiburan bagi masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan. Lomba “Nyama Unik” juga menjadi salah satu cara mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas," ujarnya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pengenalan budaya melalui permainan tradisional dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mengenal kebudayaan Dayak dari cerita atau tulisan. Melalui kegiatan secara langsung, nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan para leluhur diharapkan tetap dikenal dan dilestarikan.
Selain lomba menangkap anak babi, rangkaian kegiatan KKD Dusmala-Tebama juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antaranggota paguyuban dan masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan nilai persatuan yang menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Harry berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan tetap memperhatikan nilai budaya serta kearifan lokal masyarakat Dayak. Dengan demikian, tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus menjadi hiburan yang mempererat kebersamaan warga di Kota Palangka Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....