Upaya Legalitas Panahan Tradisional Palangka Raya untuk Tarik Minat Masyarakat
- 07 Agt 2026 08:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kalimantan Tengah memiliki beragam cabang olahraga rekreasi dan tradisional yang perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah. Salah satunya adalah olahraga panahan tradisional yang kini mulai digencarkan oleh komunitas Palangka Raya Archery Club melalui berbagai kegiatan latihan dan pembinaan.
Ketua Palangka Raya Archery Club, Selly Veronika, mengatakan komunitasnya saat ini tengah berupaya melengkapi persyaratan untuk masuk di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Menurutnya, dengan diresmikannya komunitas tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik melestarikan olahraga tradisional panahan sekaligus memperluas jangkauan pembinaan.
"Sudah proses, jadi di akhir bulan Juni kami sudah silaturahmi ke KORMI. Terus dari KORMI itu diarahkan ke Pak Heri sebagai Ketua Fespati (Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia) di Palangka Raya. Jadi, kami masuknya di Fespati," katanya, saat mengisi program Obrolan Komunitas, Minggu, 2 Agustus 2026.
Sementara itu, Koordinator Latihan Palangka Raya Archery Club, Achmadi, mengatakan salah satu kendala yang sering dihadapi komunitas adalah jumlah anggota yang berubah-ubah karena kesibukan masing-masing. Menurutnya, diperlukan upaya yang lebih masif untuk menarik minat anak muda agar lahir generasi penerus yang mampu menjaga eksistensi panahan tradisional.
"Tentunya pasti banyak kendala, salah satunya tadi itu tentang anggota yang silih hari terus berganti. Berganti. Jadi perlu penyesuaian. Ada yang baru, ada yang lama tiba-tiba yang lama nih vakum," katanya.
Meski demikian, Palangka Raya Archery Club terus berupaya menjaga kekompakan para anggotanya melalui komunikasi dan koordinasi yang rutin. Dengan cara tersebut, berbagai kendala yang muncul dapat diselesaikan bersama sehingga kegiatan latihan tetap berjalan dengan baik.
Keberadaan komunitas panahan tradisional diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mencintai olahraga warisan budaya tersebut. Dukungan berbagai pihak juga diharapkan dapat mempercepat legalitas komunitas serta mendorong semakin banyak generasi muda yang ikut melestarikan panahan tradisional di Kalimantan Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....