Baram, Minuman Tradisional Dayak Ngaju yang Sarat Nilai Budaya dan Kebersamaan

  • 26 Jul 2026 12:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Baram merupakan salah satu minuman tradisional yang dikenal luas di kalangan masyarakat Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Minuman yang dibuat melalui proses fermentasi secara tradisional ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat sejak zaman dahulu. Kehadirannya tidak hanya sebagai pelengkap dalam berbagai kegiatan adat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam berbagai upacara adat, seperti ritual Tiwah, syukuran, penyambutan tamu, hingga pertemuan keluarga besar, baram kerap disajikan sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan. Tradisi menyuguhkan baram kepada tamu mencerminkan sikap terbuka, persaudaraan, serta rasa syukur masyarakat Dayak Ngaju atas berkah kehidupan dan hasil alam yang diperoleh.

Pembuatan baram masih dilakukan dengan cara tradisional menggunakan bahan-bahan alami dan teknik fermentasi yang diwariskan oleh para leluhur. Pengetahuan tersebut dijaga dan diteruskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari kearifan lokal. Selain menghasilkan cita rasa yang khas, proses pembuatannya juga menggambarkan kedekatan masyarakat Dayak Ngaju dengan alam serta pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.

Bagi masyarakat Dayak Ngaju, baram bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki makna filosofis. Kehadirannya dalam setiap prosesi adat menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, menghormati leluhur, serta mempererat hubungan antar sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang terus dipelihara dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Seiring berkembangnya zaman, keberadaan baram juga menjadi daya tarik bagi wisata budaya di Kalimantan Tengah. Banyak wisatawan yang tertarik mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Dayak Ngaju, termasuk filosofi yang terkandung dalam penyajian baram. Melalui pengenalan budaya secara tepat, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa baram merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan sosial yang tinggi.

Pelestarian baram sebagai minuman tradisional menjadi tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tidak hilang oleh perubahan zaman. Dengan terus mengenalkan sejarah, proses pembuatan, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya, generasi muda diharapkan dapat ikut menjaga serta melestarikan kekayaan budaya Dayak Ngaju sebagai bagian dari identitas Kalimantan Tengah dan kekayaan budaya Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....