Sauk, Alat Tangkap Ikan Tradisional Dayak Ngaju yang Tetap Bertahan

  • 26 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di tengah perkembangan teknologi penangkapan ikan modern, masyarakat Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah masih mempertahankan penggunaan sauk, alat tangkap ikan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sauk menjadi salah satu simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana tanpa merusak keseimbangan ekosistem perairan.

Sauk umumnya terbuat dari anyaman rotan atau bambu yang dibentuk menyerupai kerucut atau jaring penangkap. Alat ini digunakan untuk menangkap ikan di sungai, rawa, maupun daerah yang tergenang air, terutama saat musim kemarau ketika debit air mulai surut. Cara penggunaannya masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan pengalaman yang diwariskan dari para leluhur.

Bagi masyarakat Dayak Ngaju, sauk bukan sekadar alat mencari ikan, tetapi juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Penggunaan sauk memungkinkan ikan-ikan kecil tetap berkembang biak karena hanya menangkap ikan dengan ukuran tertentu. Nilai inilah yang menjadi bagian dari budaya konservasi yang telah lama dipraktikkan oleh masyarakat adat.

Sejumlah tokoh adat berharap generasi muda terus mengenal dan melestarikan penggunaan sauk sebagai bagian dari identitas budaya Dayak Ngaju. Selain memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat yang masih menggantungkan hidup dari hasil sungai, sauk juga memiliki nilai edukasi sebagai warisan budaya yang mengajarkan kesederhanaan, kerja keras, serta penghormatan terhadap alam.

Pelestarian alat tangkap tradisional seperti sauk dinilai penting sebagai upaya menjaga pengetahuan lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Melalui berbagai kegiatan budaya, edukasi, dan promosi kepada masyarakat luas, sauk diharapkan tetap dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya Suku Dayak Ngaju yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang selaras dengan alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....