Ritual Kangkahem, Prosesi Penyucian Sakral dalam Rangkaian Tiwah Suku Dayak Ngaju

  • 20 Jul 2026 21:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ritual Kangkahem menjadi salah satu prosesi penting dalam rangkaian upacara ritual Tiwah yang dilaksanakan masyarakat Dayak Ngaju penganut Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah. Ritual ini memiliki makna sebagai proses penyucian secara spiritual yang bertujuan membersihkan segala hal yang dianggap dapat menghambat kelancaran pelaksanaan Tiwah sekaligus memohon perlindungan kepada Ranying Hatalla Langit agar seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan aman dan penuh berkah.

Ritual Kangkahem umumnya dilaksanakan di sumber air alami seperti sungai, anak sungai, atau mata air yang dianggap suci oleh masyarakat Dayak Ngaju. Air dipercaya sebagai simbol penyucian dan sumber kehidupan, sehingga menjadi tempat yang tepat untuk memohon pembersihan lahir dan batin sebelum melanjutkan rangkaian upacara Tiwah.

Pelaksanaan ritual dipimpin oleh Basir atau rohaniawan Hindu Kaharingan yang membacakan doa-doa dan mantra suci sesuai ajaran Kaharingan. Dalam prosesi tersebut digunakan berbagai perlengkapan sebagai simbol penghormatan kepada leluhur serta wujud hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Masyarakat yang mengikuti ritual melakukannya dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Dayak Ngaju, Kangkahem bukan sekadar ritual seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai upaya membersihkan lahir dan batin setelah memasuki tahapan-tahapan sakral dalam Tiwah. Prosesi ini juga menjadi pengingat bahwa setiap pelaksanaan ritual harus dilandasi niat tulus, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur agar arwah keluarga yang ditiwahkan dapat melanjutkan perjalanan menuju Lewu Tatau sesuai kepercayaan Hindu Kaharingan.

Selain bernilai spiritual, ritual Kangkahem memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat. Persiapan hingga pelaksanaan dilakukan bersama-sama oleh keluarga, kerabat, dan warga sekitar. Kebersamaan tersebut menjadi cerminan eratnya hubungan sosial sekaligus komitmen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi adat Dayak Ngaju di tengah perkembangan zaman.

Melalui pelestarian ritual Kangkahem, masyarakat Dayak Ngaju berharap nilai-nilai luhur budaya, penghormatan kepada leluhur, serta ajaran tentang keseimbangan kehidupan tetap diwariskan kepada generasi muda. Tradisi ini menjadi bukti bahwa Tiwah bukan hanya upacara kematian, tetapi juga warisan budaya yang mengandung filosofi kehidupan, persatuan, dan penghormatan terhadap hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesamanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....