Ritual Nyakean, Prosesi Sakral Memasukkan Tulang ke Sandung dalam Upacara Tiwah
- 18 Jul 2026 21:06 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ritual Nyakean merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara Tiwah yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah penganut Hindu Kaharingan. Prosesi ini menjadi momen sakral ketika tulang belulang leluhur yang telah melalui proses penyucian dipindahkan dan dimasukkan ke dalam sandung, yaitu rumah kecil yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi arwah keluarga yang telah meninggal dunia.
Pelaksanaan ritual diawali dengan berbagai doa dan mantra yang dipimpin oleh Basir atau tokoh adat sebagai bentuk penghormatan kepada Ranying Hatalla Langit serta roh para leluhur. Tulang belulang diangkat dengan penuh kehati-hatian, kemudian ditempatkan ke dalam sandung sesuai tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Prosesi ini dilakukan dengan penuh kekhidmatan dan melibatkan keluarga besar sebagai simbol penghormatan kepada anggota keluarga yang telah berpulang.
Bagi masyarakat Dayak Ngaju, Nyakean bukan sekadar memindahkan tulang ke tempat penyimpanan, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam. Ritual ini diyakini sebagai bentuk penyempurnaan perjalanan arwah menuju alam keabadian sekaligus menjadi wujud bakti keluarga kepada leluhur. Melalui prosesi tersebut, hubungan antara generasi yang masih hidup dengan para leluhur tetap terjalin dalam ikatan adat dan kepercayaan.
Salah seorang anggota keluarga Tata Maliati mengatakan, bahwa prosesi Nyakean menjadi momen yang penuh haru sekaligus membahagiakan karena seluruh keluarga dapat berkumpul untuk menunaikan kewajiban spiritual kepada leluhur. Menurutnya, pelaksanaan ritual ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan serta mengajarkan generasi muda agar tetap menghormati tradisi warisan nenek moyang. Sabtu, 18 Juni 2026.
"Prosesi Nyakean ini menjadi momen yang sangat bermakna bagi keluarga kami. Melalui ritual ini, kami menunaikan kewajiban adat sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada leluhur agar perjalanan arwah menuju tempat yang mulia berlangsung dengan baik sesuai kepercayaan kami. Meski membutuhkan persiapan yang panjang, kami melaksanakannya dengan penuh keikhlasan karena ini merupakan warisan budaya yang harus dijaga," ujarnya.
Selain memiliki nilai spiritual, ritual Nyakean juga mencerminkan kekayaan budaya Dayak Ngaju yang masih terjaga hingga kini. Kehadiran keluarga, tokoh adat, dan masyarakat dalam setiap tahapan prosesi menunjukkan kuatnya semangat gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian dalam menjaga kelestarian adat istiadat di tengah perkembangan zaman.
Melalui pelaksanaan ritual Nyakean, masyarakat berharap nilai-nilai luhur budaya Dayak tetap diwariskan kepada generasi penerus. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa penghormatan kepada leluhur, kebersamaan keluarga, dan pelestarian budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan Tengah yang patut dijaga dan dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....