Kerbau Menjadi Hewan Sakral dalam Ritual Tiwah Masyarakat Dayak

  • 25 Jun 2026 20:52 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kerbau memiliki peran penting dan sakral dalam pelaksanaan ritual Tiwah, salah satu upacara ritual masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Dalam kepercayaan Hindu Kaharingan, kerbau menjadi simbol pengorbanan, penghormatan kepada leluhur, serta sarana pengantar roh menuju alam kehidupan yang lebih sempurna.

Pada setiap pelaksanaan Tiwah, keberadaan kerbau menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian ritual keagamaan. Hewan ini dipilih karena memiliki nilai simbolis yang tinggi, melambangkan kekuatan, kemakmuran, dan ketulusan keluarga dalam menghormati anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Masyarakat Katingan Apriayanto menyebutkan bahwa penggunaan kerbau dalam ritual Tiwah bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam. Oleh karena itu, masyarakat tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat tersebut sebagai bagian dari identitas budaya Dayak yang diwariskan kepada generasi muda. Kamis, 25 Juni 2026.

"Kami memandang kerbau sebagai bagian penting dalam pelaksanaan Tiwah. Tradisi ini mengajarkan penghormatan kepada leluhur sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Dayak." Ujarnya.

Selain menjadi bagian dari prosesi ritual keagamaan Hindu Kaharingan, ritual Tiwah juga menjadi daya tarik budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat Dayak kepada masyarakat luas. Dengan tetap menjaga kesakralannya, tradisi ini diharapkan terus lestari sebagai warisan budaya yang membanggakan Kalimantan Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....