Tradisi Minum Tuak di Tanduk Kerbau, Simbol Kehormatan dan Kebersamaan Suku Dayak

  • 25 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tradisi minum tuak menggunakan tanduk kerbau masih menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Tradisi ini kerap ditampilkan dalam acara penyambutan tamu kehormatan, pernikahan adat, hingga kegiatan budaya sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Dalam pelaksanaannya, tuak yang telah disiapkan dituangkan ke dalam tanduk kerbau yang telah dibersihkan dan dihias sesuai adat setempat. Tamu yang menerima sajian tersebut biasanya diminta meminum tuak sebagai bentuk penerimaan atas sambutan hangat masyarakat Dayak. Selain memiliki nilai seremonial, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga kelestarian budaya leluhur.

Masyarakat Kabupaten Katingan Harianto menjelaskan bahwa penggunaan tanduk kerbau memiliki makna filosofis yang mendalam. Kerbau dianggap sebagai hewan yang melambangkan kekuatan, kemakmuran, dan pengorbanan. Oleh karena itu, tradisi minum tuak di tanduk kerbau tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni adat, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai kebersamaan, rasa hormat, dan penghargaan terhadap warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Kamis, 25 Juni 2026.

"Saya bangga melihat tradisi minum tuak di tanduk kerbau masih dipertahankan hingga sekarang. Selain menjadi identitas budaya Dayak, tradisi ini juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan adat Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas," ujarnya.

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Dayak terus berupaya menjaga tradisi tersebut melalui berbagai festival budaya dan kegiatan edukasi bagi generasi muda. Upaya ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas sekaligus memastikan tradisi leluhur tetap lestari di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....