Pesona Tambun Bungai 2026, BI Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- 29 Mei 2026 17:49 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Atrium Duta Mall Palangka Raya mendadak semarak. Deretan produk unggulan khas Kalimantan Tengah terpampang dan menarik perhatian pengunjung dalam kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026, Jumat, 29 Mei 2026.
Ajang ini merupakan agenda tahunan yang kembali digelar oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah.
Dari batik bermotif khas Dayak yang memesona, kerajinan tangan bernilai seni tinggi, kopi lokal beraroma kuat, hingga aneka produk olahan makanan dan minuman, semuanya hadir dalam satu panggung, mempertegas bahwa produk lokal Kalteng siap bersaing di kancah yang lebih luas.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menegaskan bahwa Pesona Tambun Bungai bukan sekadar pameran biasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas, bukan hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
"Kami ingin UMKM Kalimantan Tengah punya daya saing nyata, bukan hanya dikenal di daerah sendiri," kata Yuliansah.
Tak hanya membuka ruang promosi, kegiatan ini juga membekali para pelaku usaha dengan edukasi praktis — mulai dari digitalisasi pembayaran, peningkatan kualitas produk, hingga pendampingan ekspor.
Sebanyak 12 UMKM unggulan Kalimantan Tengah dilibatkan dalam gelaran tahun ini, dengan target peningkatan transaksi penjualan sekaligus perluasan penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital di wilayah tersebut.
Pesona Tambun Bungai 2026 pun menjadi momentum penting, bukan hanya untuk memperkenalkan kekayaan produk kreatif daerah kepada masyarakat luas, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang inklusif dan berkelanjutan. Sebuah langkah kecil yang diharapkan membawa dampak besar bagi ribuan pelaku UMKM di Bumi Tambun Bungai.
Umiy salah satu pelaku UMKM pemilik brand Umiy Lasega yang menjual produk batik dan pakaian khas Kalteng asal Kabupaten Lamandau mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih telah difasilitasi oleh Bank Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk andalan yang kini sudah mampu menembus pasar internasional, seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, Polandia dan Amsterdam.
"Dengan banyaknya minat masyarakat hingga mancanegara, kami mampu memberdayakan masyarakat lokal dalam memproduksi, meski dalam hal produksi tekstil kami masih mengandalkan dari pulau Jawa, namun dari segi pewarnaan kami mengandalkan bahan baku asli Kalimantan Tengah seperti bawang Dayak dan akar kuning," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....