Lomba Manjawet Uwei Tarik Perhatian Pengunjung FBIM 2026
- 19 Mei 2026 23:13 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Suasana GOR Serbaguna Indoor Palangka Raya dipenuhi semangat peserta dan penonton saat lomba Manjawet Uwei digelar dalam rangka Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026.
Perlombaan tradisional khas Dayak tersebut menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat karena menampilkan keterampilan menganyam rotan yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Sebanyak delapan kabupaten dan satu kota turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut dengan menampilkan kemampuan terbaik masing-masing peserta.
Koordinator Lomba Manjawet Uwei, Maria Doya Aden, mengatakan kegiatan tersebut sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun masih sebatas ekshibisi atau perkenalan kepada masyarakat.
Menurutnya, baru sejak tahun lalu lomba Manjawet Uwei resmi diperlombakan agar budaya tersebut semakin dikenal sekaligus menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikannya.
Maria menjelaskan, perlombaan berlangsung selama delapan jam termasuk waktu istirahat peserta. Dalam lomba tersebut juga tidak ada kategori putra maupun putri sehingga seluruh peserta bersaing dalam satu kategori yang sama.
“Kenapa Manjawet Uwei ini diadakan? Karena untuk mengangkat kearifan lokal dan tradisi budaya Kalimantan Tengah. Dulu masyarakat Dayak menggunakan bahan-bahan alam untuk kehidupan sehari-hari, termasuk anyaman rotan. Ini merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari tim peserta asal Palangka Raya, Henry Soekah, mengaku senang dapat menyaksikan jalannya perlombaan tersebut. Ia menilai panitia telah mempersiapkan kegiatan dengan baik, mulai dari tempat, aturan lomba, hingga pelaksanaan acara yang berlangsung tertib dan lancar.
“Kalau dari peserta memang perlu banyak latihan karena motif-motif yang diangkat cukup rumit. Ada motif yang mudah dan ada juga yang sulit,” katanya.
Melalui lomba Manjawet Uwei, Festival Budaya Isen Mulang tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi muda Kalimantan Tengah. (Nor Saen Miftah Tariq)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....