Pelestarian Budaya Butuh Kolaborasi Lintas Pihak

  • 16 Apr 2026 21:54 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas.

Sinergi antara generasi muda, pemerintah, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi budaya daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam program Apresiasi Budaya yang disiarkan oleh RRI Pro 4 Palangka Raya dengan menghadirkan Ramayanto sebagai narasumber.

Dalam dialog tersebut, Jagau Linga Pariwisata Berbusana Terbaik Kabupaten Kapuas 2026, Ramayanto, menekankan bahwa peran generasi muda sebagai role model harus dibarengi dengan kerja sama yang kuat bersama instansi terkait, khususnya dalam pengelolaan dan pelestarian budaya di Kalimantan Tengah.

“Harapan saya sebagai role modelnya Kabupaten Kapuas mampu untuk melestarikan dan mengelola budaya yang ada. Yang pastinya itu kami tidak mungkin berdiri dengan diri sendiri, perlunya berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, salah satunya Disbudpar yang benar-benar intens dalam menjangkau pelestarian budaya itu. Karena ketika adanya pengelolaan dari mereka, maka kami juga mampu,” ujar Ramayanto. (Kamis 16 April 2026)

Ia menegaskan, keberadaan generasi muda sebagai duta atau role model budaya harus mampu menjadi penggerak, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait agar program pelestarian budaya dapat berjalan optimal.

Menurutnya, dengan pengelolaan yang baik dari instansi seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, potensi budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan di sektor pariwisata.

Diharapkan, sinergi antara generasi muda dan pemerintah dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata di Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....