Fashion Ramah Kantong, Usaha Thrift Menjamur di Palangka Raya

  • 08 Apr 2025 20:00 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat, penjualan pakaian bekas berkualitas atau yang dikenal dengan thrift semakin menarik perhatian warga Palangka Raya. Tak hanya diminati kalangan muda, tren ini juga menjadi alternatif berbusana bagi masyarakat luas yang menginginkan penampilan modis dengan harga terjangkau.

Di sejumlah titik di Kota Palangka Raya, mulai dari pasar tradisional, lapak rumahan, hingga platform digital, usaha thrift terus tumbuh dan berkembang. Fenomena ini tidak luput dari perhatian pengamat ekonomi. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya, Dr. Fitria Husnatarina, menilai usaha thrift mampu mendorong perekonomian lokal secara kreatif, sekaligus menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan.

“Dalam konteks ekonomi, ini merupakan bagian dari aktivitas ekonomi sirkular dan ekonomi hijau. Produksi pakaian dalam skala global menyumbang emisi karbon dan limbah tekstil yang cukup tinggi. Thrifting menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah tekstil yang menjadi beban bagi lingkungan,” katanya kepada RRI, Senin (7/4/2025).

Fitria menyampaikan perubahan pola konsumsi ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk situasi ekonomi yang menuntut efisiensi pengeluaran. Masyarakat kini semakin cermat dalam memilih produk dengan harga bersaing. Selain itu, tren global tentang fashion berkelanjutan juga turut memengaruhi pola pikir konsumen untuk memperpanjang siklus hidup pakaian dan mengurangi pemborosan.

Salah satu penggemar pakaian thrift di Palangka Raya, Linda, mengaku telah berbelanja thrift sejak dua tahun terakhir. Selain karena harganya terjangkau, kualitas dan model pakaian yang ditawarkan juga dinilai masih sangat layak pakai.

“Yang utama sih karena murah, tapi kadang kita bisa dapat barang bagus, masih layak dipakai, bahkan ada yang dari brand ternama. Jadi saya suka beli thrift,” ucapnya.

Linda berharap pelaku usaha thrift terus menghadirkan pilihan pakaian yang beragam agar semakin banyak masyarakat yang tertarik. “Semoga makin banyak pilihan baju thrift, biar orang-orang bisa lebih bebas cari gaya dengan harga murah,” ucapnya.

Kini, usaha thrift bukan hanya menjadi alternatif ekonomi, tetapi juga bagian dari gaya hidup baru. Gaya hidup yang tidak hanya menekankan kesadaran dan kreativitas, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi limbah tekstil yang terus meningkat setiap tahunnya. (Pornama Desi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....