Maraknya Thrift Shop di Kota Palangka Raya

  • 27 Nov 2024 18:54 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Thrift shop atau toko pakaian bekas semakin menjamur di Kota Palangka Raya. Berbagai kalangan, terkhusus anak muda tertarik berbelanja pakaian bekas merk ternama dengan harga terjangkau.

Rani, mahasiswa di Palangka Raya mengaku seringkali membeli pakaian bekas. “Setiap hari minggu pada saat CFD saya sering berkunjung ke salah satu stand thrift shop untuk membeli paling tidak satu pakaian,” ucapnya. Senin (25/11/2024).

Namun dibalik maraknya pemakaian baju bekas ini ada sejumlah kerugian serta bahaya yang ditimbulkan jika tidak bijaksana dalam pembeliannya.

Ada pandangan bahwa maraknya thrift shop di negara berkembang seperti Indonesia adalah bentuk dari neo-kolonialisme, di mana negara-negara kaya membuang barang-barang yang tidak mereka inginkan ke negara-negara miskin. Hal ini bisa menghambat pengembangan industri lokal dan swasembada.

Dari sisi ekonomi dan industri lokal hal ini menimbulkan kekhawatiran yang cukup serius. Seperti yang di katakan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah, Aster Bonawaty. “Penjualan pakaian bekas ini bisa menggerus pasar lokal. Kami akan terus melakukan pengawasan upaya mencegah dampak negatif terhadap ekonomi lokal,” katanya.

Dalam sisi kesehatan, penelitian menunjukkan bakteri E. coli merupakan bakteri yang dapat bertahan pada kain dan menimbulkan resiko kesehatan serius seperti gangguan pencernaan. Selain itu, pakaian bekas dapat membawa alergi serta iritasi.

Meskipun thrift shop mendukung prinsip daur ulang, dampak lingkungan dapat negatif jika barang-barang yang tidak terjual dibuang secara tidak benar. Proses pengangkutan dan pemrosesan pakaian bekas juga berkontribusi pada emisi karbon, yang dapat memperburuk masalah lingkungan.

Masyarakat Palangka Raya diimbau untuk lebih cermat dan bijaksana dalam membeli pakaian bekas serta mempertimbangkan dampak kesehatan, ekonomi, dan lingkungan yang ditimbulkannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....