HISKI Gelar Lokakarya Penulisan Kreatif Berbasis Tradisi Lisan

  • 12 Jun 2025 11:22 WIB
  •  Palangkaraya
Video

KBRN, Palangka Raya: Dalam upaya meningkatkan profesionalitas anggota serta memperluas apresiasi masyarakat terhadap sastra, Himpunan Sarjana-Kesusasteraan Indonesia (HISKI) menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Kreatif Sastra dan Penciptaan Produk Kreatif Berbasis Tradisi Lisan dan Manuskrip.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan HISKI Komisariat Palangka Raya ini berlangsung selama dua hari, sejak Rabu (11/6/2025) hingga Kamis (12/6/2025), bertempat di Ruang Teater, Lantai 6, Gedung PPIIG Universitas Palangka Raya. Sebanyak 30 peserta dari kalangan mahasiswa, komunitas sastra, pelaku seni, dan anggota HISKI Palangka Raya turut ambil bagian dalam lokakarya ini.

Ketua Umum HISKI, Novi Anoegrajekti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali warisan budaya yang nyaris terlupakan melalui media yang lebih kreatif dan relevan dengan generasi saat ini.

“Dengan cara demikian, hal-hal yang tersembunyi atau tidak lagi dikenal oleh generasi muda bisa muncul kembali dalam bentuk yang berbeda. Misalnya, cerita rakyat bisa dijadikan cerpen, lagu, atau dipertunjukkan dalam berbagai bentuk seni,” katanya.

Novi menambahkan bahwa dari lokakarya ini akan dihasilkan dua produk karya kreatif yang akan didaftarkan hak ciptanya. HISKI juga menargetkan agar tiap komisariat mampu memproduksi dan memperkenalkan karya-karya sastra berbasis tradisi secara lebih luas.

Salah satu peserta, Syarah Veniaty, menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, lokakarya semacam ini sangat penting, khususnya dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi lisan yang dimiliki Kalimantan Tengah.

“Sebagai pengajar, kegiatan seperti ini sangat penting bagi saya, terutama untuk mengembangkan diri dan menghasilkan produk-produk berbasis tradisi lisan yang ada di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Syarah juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah fokus mengembangkan cerita anak yang bersumber dari tradisi lisan lokal dan dikemas dengan pendekatan teknologi yang kekinian.

“Saat ini saya sedang belajar menulis cerita anak yang berbasis tradisi Kalimantan Tengah. Harapannya, produk ini bisa dinikmati oleh mahasiswa maupun masyarakat luas,” ucapnya.

Melalui lokakarya ini, HISKI berharap tradisi lisan Kalimantan Tengah tidak hilang ditelan zaman, melainkan semakin dikenal oleh generasi muda dan masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....