Busana Kulit Kayu, Kekayaan Suku Dayak Kalteng

  • 31 Agt 2024 17:40 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Enggel Selina Sarah, Puteri Kebudayaan Kalimantan Tengah 2024, menjelaskan kekayaan busana kulit kayu yang ada di provinsi ini mengingat tiap kabupaten memiliki ciri khas masing-masing.

Enggel Selina Sarah,menjelaskan secara umum, di Kalimantan Tengah, busana kulit disebut Upak Nyamu, yang pada dasarnya jenis pakaian adat ini memiliki bahan yang sama dengan pakaian rompi sangkarut dan berasal dari kulit nyamu. Namun, di kabupaten Lamandau, masyarakat Dayak Tomun menyebutnya Kapua, karena terbuat dari kulit kayu Kapua.

Dalam obrolan budaya di Pro 4 RRI beberapa waktu lalu, Enggel Selina Sarah menceritakan bahwa kulit kayu dulunya merupakan pakaian sehari-hari masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Seiring waktu, penggunaan kulit kayu beralih menjadi busana adat untuk upacara adat, tarian, pernikahan adat dan acara formal lainnya.

Pembuatan baju kulit kayu memerlukan proses yang panjang. Kulit kayu harus dipilih dengan teliti, ditempa, dijemur, dan melalui berbagai tahap hingga siap dijahit menjadi baju atau rompi. "Dalam era modern, baju kulit kayu kini dihiasi dengan payet, manik warna-warni, dan bordiran motif khas Dayak, membuatnya semakin menarik," katanya.

Selina Sarah menegaskan pentingnya melestarikan pakaian adat ini dengan cara mempromosikan dan memperkenalkan busana kulit kayu dalam berbagai kegiatan kebudayaan. "Kita harus aktif dalam melestarikan busana adat ini dengan mengenakannya dalam acara kebudayaan dan lain sebagainya," ujarnya.

Busana kulit kayu ini bahkan mampu menembus pasar internasional. Dengan dukungan dan promosi dari berbagai pihak, diharapkan busana kulit kayu Kalimantan Tengah dapat terus dikenang dan dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang berharga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....